mini-sl

Download Kumpulan Skripsi Lengkap:

Skripsi Arsitektur Medan Islamic Centre (Arsitektur Islam). Umat Islam adalah merupakan penduduk mayoritas di Indonesia. Agar kualitas umat Islam meningkat diperlukan suatu wadah yang menampung aktivitas umat, salah satunya melalui pembangunan pusat – pusat pengembangan peradaban Islam yang dikenal dengan Islamic Centre.

Dalam Skripsi Arsitektur Medan Islamic Centre (Arsitektur Islam) ini dijelaskan bahwa konsep Islamic Centre didesain dari filosofi dasar mesjid yang memiliki beragam fungsi kehidupan , diantaranya fungsi ibadah, muamalah, tarbiyah dan dakwah. Sumatera Utara , khususnya kota Medan yang berpenduduk mayoritas beragama Islam, akan tetapi belum memiliki sebuah sarana kegiatan Islam dengan fasilitas yang memadai. Kota Medan merupakan kota metropolitan di kawasan Barat Indonesia dan memiliki masyarakat yang heterogen .

Dengan mayoritas penduduk beragama Islam, kota Medan merupakan pintu gerbang pengembangan agama Islam di kawasan tersebut, yang secara historis kota Medan memiliki kegiatan aktivitas ke – Islam-an berintensitas tinggi. Atas dasar hal – hal di atas, maka sudah saatnya di kota Medan sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia untuk dikembangkan sebuah fasilitas Islamic Centre dengan nama “Medan Islamic Centre (MIC)”. Fasilitas ini berupaya menjalin sinergi yang lebih konkrit dari seluruh komponen umat agar tercipta lingkungan pembelajaran, pengembangan ilmu pengetahuan, keterampilan dan spiritualitas masyarakat muslim secara cerdas , amanah profesional, berkualitas dan berorientasi, pada tanggung jawab sosial .

Secara garis besar dapat disebutkan item – item yang melatar belakangi rencana pembangunan Medan Islamic Centre (MIC) adalah sebagai berikut :

  • a.Masjid dimana bermulanya dakwah dikembangkan dan disebarkan oleh para ulama , tidak lagi secara keseluruhan menampung kegiatan – kegiatan tersebut. Kegiatan – kegiatan tersebut dipindahkan ke luar Masjid, ke ruang – ruang tertentu, gedung , lembaga – lembaga sendiri, hingga terbentuklah kompleks – kompleks tersendiri , dengan pemahaman yang berbeda tentang ajaran agama Islam, menimbulkan kerenggangan solidaritas antar sesama umat Islam.
  • b.Timbulnya pemahaman yang berbeda antar ulama dalam penyampaian ajaran agama, terkadang tidak sesuai dengan perkembangan zaman.
  • c.Arus informasi dirasakan telah banyak merubah pandangan dan cara hidup masyarakat muslim, sehingga jauh dari agama. Karena itu pembinaan kehidupan masyarakat beragama merupakan bagian dari kehidupan yang tidak dapat ditawar lagi.
  • d.Kinerja lembaga – lembaga dakwah Islam yang sudah ada belum dapat memenuhi melayani masyarakat secara maksimal akan keingintahuan mereka tentang Islam.
  • e.Penyampaian dakwah yang tidak terlalu menarik minat masyarakat, sehingga perlu adanya pemikiran / gagasan baru mengenai cara – cara / alternatif penyampaian dakwah, dalam arti menciptakan paradigma baru dalam penyampaian dakwah, sesuai dengan perkembangan zaman.

Dalam ajaran agama islam terdapat 3 aspek pokok Aqidah (dokrin keimanan), aspek syariah (hokum atau norma illahi), dan aspek akhlak (moral atau budaya). Ketiga aspek tersebut melandasi kehidupan muslim untuk mendapatkan kebahagian dunia dan akhirat.

Konsepsi islam tentang pembinaan dan pengembangan ibadah dan muamalah adalah menganut hokum perimbangan antara dunia dan akhirat. Agama islamdalam sejarah perkembangannya tidak mengutamakan segi peribadatan saja, tetapi juga mengembangkan nilainilai kebudayaan. Dalam hal ibadah, syariah islam telah menetapkan hokum-hukum yang bersifat pasti tetapi dalam bidang muamalah diletakkan garis besarnya.

Umat islam dewasa ini telah mengalami kemerosotan dalam pemahaman agamanya, yang merupakan salah satu penyabab kemunduran umat. Sebagian mereka memisahkan antara ibadah dan muamalah sehingga cenderung menekankan urusan dunia dan meninggalkan akhirat atau sebaliknya meninggalkan urusan dunia sama sekali.

Akibat dari pemahaman sekuler ini, masjid yang semula berfungsi ganda untuk tempat ibadah dan muamalah berubah fungsi hanya sebagai tempat ibadah. Dalam rangka memperbaiki kondisi tersebut, diperlukan suatu bentuk baru sarana pembinaan, berupa badan atau lembaga keagamaan islam yangsecara intensif memikirkan, melahirkan gagasan baru yang kemudian disumbangkan dalam kehidupan masyarakat.

Sarana tersebut merupakan pengembangan lebih lanjut dari fungsi masjid yang memahami umat pada saat ini. Disisi lain gagasan mulai muncul dikalangan masyarakat muslim Indonesia untuk mendirikan suatu wadah berupa suatu lembaga yang mampu menampung berbagai kegiatan pengajian, pembinaan dan pengembangan agama serta kebudayaan, yang bersifat non formal. Lembaga ini berupa pusat kegiatan islam atau disebut Islamic center.

Di dalam Islamic Centre tidak hanya terdapat masjid, tapi juga berbagai fasilitas penunjang lain untuk kepentingan edukasi, pariwisata, maupun ibadah. Masjid atau mesjid adalah rumah tempat ibadah umat Muslim. Masjid artinya tempat sujud, dan mesjid berukuran kecil juga disebut musholla, langgar atau surau.

Selain tempat ibadah masjid juga merupakan pusat kehidupan komunitas muslim. Kegiatan – kegiatan perayaan hari besar, diskusi, kajian agama, ceramah dan belajar Al Qur’an sering dilaksanakan di Masjid. Bahkan dalam sejarah Islam, masjid turut memegang peranan dalam aktivitas sosial kemasyarakatan hingga kemiliteran. Masjid berarti tempat beribadah. Akar kata dari masjid adalah sajada dimana sajada berarti sujud atau tunduk. Kata masjid sendiri berakar dari bahasa Aram. Kata masgid (m-s-g-d) ditemukan dalam sebuah inskripsi dari abad ke 5 Sebelum Masehi. Kata masgid (m-s-g-d) ini berarti “tiang suci” atau “tempat sembahan”. Skripsi Arsitektur Medan Islamic Centre (Arsitektur Islam).

Dapatkan koleksi 5.500 skripsi super lengkap dan berkualitas mulai dari cover, halaman pendahuluan, BAB I s.d BAB VI, penutup, lampiran, sampai daftar pustaka untuk semua jurusan. Silahkan lihat atau klik di sini.


Filed under: Arsitektur

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!