mini-sl

Download Kumpulan Skripsi Lengkap:

Skripsi Farmasi EFEK PEMBERIAN SECARA ORAL KOMBINASI INFUSA DAUN SIRIH MERAH (Piper cf. fragile, Benth.) DAN HERBA PEGAGAN (Centella asiatica, (L.) Urb) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA TIKUS PUTIH JANTAN YANG DIBUAT DIABETES . Penjelasan lengkap berikut ini sangat penting bagi para mahasiswa yang mengambil topik ini, silahkan disimak sebagai bahan referensi anda.

TUJUAN PENELITIAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek kombinasi dari infusa daun sirih merah dan herba pegagan yang diberikan per oral terhadap penyembuhan luka tikus putih jantan yang dibuat diabetes.

HIPOTESIS

Hipotesis penelitian ini adalah kombinasi infusa daun sirih merah dan herba pegagan yang diberikan per oral dapat menyembuhkan luka diabetes lebih baik daripada penggunaan sirih merah secara tunggal.

Bahan
Hewan uji

Hewan uji pada penelitian ini adalah tikus putih jantan (Rattus novergicus) galur Sprague dawley yang berusia 3 bulan dengan berat 160-250 gram. Tikus putih jantan diperoleh di Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor.

Bahan uji

Bahan yang digunakan adalah daun sirih merah (Piper cf. fragile, Benth) dan herba pegagan (Centella asiatica, (L.) Urb). Daun sirih merah dan herba pegagan segar diperoleh dari Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik (BALITTRO), Jalan Tentara Pelajar No. 3, Bogor. Simplisia tersebut dideterminasi di LIPI Pusat Penelitian Biologi, Jalan Raya Bogor Km.46, Cibinong.

Bahan kimia dan Bahan habis pakai

Bahan kimia dalam percobaan ini adalah aloksan monohidrat (Sigma- Aldrich), akuades, natrium klorida 0,9% (PT. Widatra Bhakti), strip glukometer (Accu check), glibenklamid (PT. Mersi Farma Tirmaku Mercusuana), CMC (Brataco), eter, plester, dan kain kasa steril.

Rancangan Percobaan
Penyiapan hewan coba

Tikus sebanyak 40 ekor diaklimatisasi selama 14 hari di Laboratorium Farmakologi Departemen Farmasi FMIPA UI. Setiap tikus diberi makan dan ditimbang berat badannya dan diamati kondisi umumnya. Tikus yang digunakan dalam penelitian harus sehat dengan tanda-tanda bulu tidak berdiri, warna putih bersih, mata jernih, dan tingkah laku normal. Tikus yang sehat dikelompokkan menjadi tujuh kelompok perlakuan dan jumlah ulangan tiap kelompok ditentukan berdasarkan rumus empiris Federer dengan perhitungan sebagai berikut:

( t – 1) ( n – 1) ≥ 15 (3.1) Keterangan :
(7 – 1) ( n -1) ≥ 15 t = jumlah kelompok
6n – 6 ≥ 15 n = banyak sampel
6n ≥ 21
n ≥ 3,5 ≈ 4
Jadi jumlah tikus dalam tiap kelompok adalah 4 ekor .

Penetapan dosis
Sirih merah

Berdasarkan penelitian sebelumnya, dosis oral daun sirih merah yang efektif untuk penyembuhan luka diabetes pada tikus adalah 0,432 g/200 g BB tikus/hari (Astuti, 2010).

Pegagan

Dosis empiris yang digunakan di masyarakat sebanyak 1,5 gram herba kering direbus dalam 450 ml air untuk sekali sehari. Dosis tersebut dijadikan dosis kedua. Dosis pertama sebesar setengah dari dosis kedua yaitu 0,75 gram daun kering/hari dan dosis ketiga sebesar dua kali dosis kedua yaitu 3 gram daun kering/hari.

Berdasarkan konversi (Department of Health and Human Services, 2005), dosis oral pegagan untuk tikus yaitu dosis 1; 0,135 g/200 g BB tikus/hari, dosis 2; 0,27 g/200 g BB tikus/hari dan dosis 3; 0,54 g/200 g BB tikus/hari. Perhitungan dosis pegagan dapat dilihat pada lampiran 1.

Glibenklamid

Dosis Glibenklamid pada manusia yaitu 5 mg/hari. Setelah dikonversi dan dikali faktor farmakokinetik 10 (Department of Health and Human Services, 2005), dosisnya menjadi 0,90 mg/200 g BB tikus/ hari.

Aloksan monohidrat

Dosis aloksan yang digunakan adalah 32 mg/200g BB tikus secara
intraperitoneal dengan konsentrasi 40 mg/ml.

Pembuatan bahan uji
Pembuatan infusa daun sirih merah

Daun sirih merah kering dihaluskan menggunakan blender. Kemudian, simplisia daun sirih merah sebanyak 8,64 gram ditimbang dan ditempatkan pada gelas beker. Simplisia tersebut dicampur dengan akuades 30 ml, lalu dipanaskan diatas tangas air selama 15 menit terhitung mulai suhu mencapai 90º C sambil sekali-sekali diaduk.

Karena mengandung minyak atsiri, infusa diserkai setelah dingin dengan menggunakan kain flanel. Kemudian akuades panas ditambahkan secukupnya pada ampas. Ampas diserkai kembali dan ditambahkan pada hasil infusa pertama hingga diperoleh volum sebanyak 30 ml (Depkes, 1979). Infusa tersebut kemudian diuapkan di penangas pada suhu sekitar 500 C hingga volum 20 ml.

Pembuatan infusa herba pegagan

Herba pegagan kering dihaluskan menggunakan blender. Kemudian simplisia herba pegagan sebanyak 21,6 gram ditimbang dan ditempatkan pada gelas beker. Simplisia tersebut dicampur dengan akuades 40 ml lalu dipanaskan diatas tangas air selama 15 menit terhitung mulai suhu mencapai 90º C sambil sesekali diaduk.

Karena mengandung minyak atsiri, maka infusa diserkai setelah dingin dengan menggunakan kain flanel. Kemudian akuades panas ditambahkan secukupnya pada ampas. Ampas diserkai kembali dan ditambahkan pada infusa hasil perasan pertama hingga diperoleh volum infusa sebanyak 40 ml (Depkes, 1979).

Penjelasan lengkap berikut ini sangat penting bagi para mahasiswa yang mengambil topik seperti Skripsi Farmasi EFEK PEMBERIAN SECARA ORAL KOMBINASI INFUSA DAUN SIRIH MERAH (Piper cf. fragile, Benth.) DAN HERBA PEGAGAN (Centella asiatica, (L.) Urb) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA TIKUS PUTIH JANTAN YANG DIBUAT DIABETES ini, semoga dapat membantu anda dalam mengerjakan skripsi.Efek Pemberian Per Oral Infusa Daun Sirih Merah.

Dapatkan koleksi 5.500 skripsi super lengkap dan berkualitas mulai dari cover, halaman pendahuluan, BAB I s.d BAB VI, penutup, lampiran, sampai daftar pustaka untuk semua jurusan. Silahkan lihat atau klik di sini.


Artikel lainnya:

Filed under: Farmasi

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!