mini-sl

Download Kumpulan Skripsi Lengkap:

Skripsi Farmasi FERMENTASI MANITOL MENGGUNAKAN KHAMIR METILOTROP ISOLAT LOKAL DAN KOLEKSI UICC . Dibawah ini adalah tujuan penelitian, alat dan bahan yang digunakan serta cara kerja dari penelitian dalam skripsi ini.Dapatkan referensi bagi para mahasiswa yang sedang menyusun skripsi farmasi.

Tujuan Penelitian

  1. Mendapatkan isolat khamir metilotrop terpilih yang mampu menghasilkan manitol dari hasil fermentasi fruktosa.
  2. Memperoleh kondisi optimum fermentasi manitol dengan menggunakan isolat khamir metilotrop.

Alat Yang Digunakan

  • Laminar air flow (Esco),
  • Autoklaf (Hirayama),
  • shakingbath incubator (Labline),
  • vortex mixer (Barnstead),
  • timbangan analitik (Acculab),
  • hot plate (Corning), pH meter (Eutech),
  • mikroskop cahaya (Euromex),
  • sentrifugator (Kubota 6800), oven (WTB Binder), p
  • enyaring bakteri 0,22 μm,
  • spektrofotometer UV-VIS (Shimadzu UV 1601),
  • kromatografi cair kinerja tinggi (Shimadzu model LC-20AD),
  • detektor indeks bias (Shimadzu RID-10A), degasser DGU-20A5,
  • oven kolom CTU-6AS, kolom Waters Carbohydrate Analysis (3,9 mm x 300 mm, 10 μm),
  • mat pipet, cawan petri, erlenmeyer, dan alat-alat gelas lain yang biasa digunakan dalam laboratorium mikrobiologi.

Bahan Yang Digunakan

Sampel Sampel uji yang digunakan dalam penelitian ini berupa isolat khamir yang diisolasi dari tanah persawahan. Tanah diperoleh dari lahan persawahan yang masih ditumbuhi padi di Jalan Sindang Barang, Darmaga, Bogor Barat, Bogor, Jawa Barat.

Selain itu digunakan juga isolat khamir koleksi UICC (University of Indonesia Culture Colection), yaitu spesies khamir Candida sp. UICC Y-216, Debaryomyces hansenii UICCY-276, dan Debaryomyces nepalensis UICC Y-328.

Bahan Kimia Bahan kimia yang digunakan dalam penelitian ini adalah fruktosa (Merck), manitol (Kalbe Farma), kalsium klorida (Merck), tembaga sulfat (Merck), besi sulfat (Merck), zink sulfat (Merck), amonium sulfat (Merck), kalium dihidrogen fosfat (Merck), dinatrium hidrogen fosfat (Merck), magnesium sulfat (Merck), ekstrak khamir (Bacto), pepton (Liofilchem), agar (Wako), kloramfenikol (Nanjing), aquadest steril, aquabidestilata (Widatra), asetonitril (JT Baker), dan metanol (JT Baker).

Prosedur Kerja

Sterilisasi Alat Alat-alat yang digunakan dalam penelitian dicuci bersih dengan air dan dikeringkan, kemudian disterilkan. Sterilisasi dilakukan dengan cara panas basah menggunakan autoklaf dengan suhu 121oC dan tekanan 1 atm selama 15 menit. 3.4.2 Penyiapan Medium

Medium Isolasi

Medium isolasi yang digunakan adalah medium selektif untuk pertumbuhan khamir metilotrop yang mengandung metanol 1 % dan kloramfenikol 0,05%. Komposisi medium isolasi yang digunakan sebagai berikut: Metanol 1 mL (NH4)2SO4 0,5 g MgSO4.7H2O 0,05 Na2HPO4.2H2O 0,35 g KH2PO4 0,3 g Ekstrak khamir 0,01 g Kloramfenikol 0,05 g Agar 1,5 g Aquadest ad 100 mL

Cara pembuatan medium :

Semua bahan medium yang dibutuhkan ditimbang secara seksama, kemudian dilarutkan dengan aquadest di dalam labu bulat, kecuali kloramfenikol dan metanol. Larutan tersebut kemudian diaduk dengan magnetic stirrer dan dipanaskan di atas hot plate, lalu disterilkan dengan menggunakan autoklaf selama 15 menit pada suhu 121oC.

Kloramfenikol dilarutkan dengan aquadest steril. Larutan kloramfenikol dan metanol disterilkan dengan cara disaring menggunakan penyaring bakteri 0,22 μm, kemudian ditambahkan ke dalam larutan medium yang telah disterilisasi ketika suhu medium telah dingin secara aseptis.

Medium Peremajaan Isolat

Media yang digunakan untuk peremajaan isolat adalah media YPDA (Yeast Pepton Dextrose Agar) dengan komposisi sebagai berikut: Glukosa 2 g Pepton 2 g Ekstrak khamir 1 g Agar 1,5 g Aquadest ad 100 mL

Cara pembuatan medium :

Semua bahan yang dibutuhkan ditimbang seksama, kemudian dilarutkan dengan aquadest di dalam labu bulat, dan dicukupkan volumenya hingga 100 mL. Larutan tersebut kemudian diaduk dengan magnetic stirrer dan dipanaskan di atas hot plate, lalu disterilkan dengan menggunakan autoklaf selama 15 menit pada suhu 121oC. Sebanyak 5,0 ml medium yang telah disterilisasi dan masih cair dimasukkan ke dalam tabung reaksi steril secara aseptis. Kemudian tabung diletakkan pada posisi miring kurang lebih 30 derajat dan dibiarkan hingga medium membeku.

Medium Prakultur

Komposisi media prakultur yang digunakan adalah sebagai berikut : Fruktosa 1% Metanol 1 mL (NH4)2SO4 0,5 g MgSO4.7H2O 0,05 g Na2HPO4.7H2O 0,35 g KH2PO4 0,3 g Ekstrak khamir 0,01 g Aquadest ad 100 mL

Medium Fermentasi

Komposisi medium fermentasi adalah sebagai berikut : Fruktosa 5 % Metanol 1 mL (NH4)2SO4 0,5 g MgSO4.7H2O 0,05 g Na2HPO4.7H2O 0,35 g KH2PO4 0,3 g Ekstrak khamir 0,01 g Aquadest ad 100 mL Cara pembuatan media prakultur dan fermentasi : Semua bahan yang dibutuhkan ditimbang seksama, kemudian dilarutkan dengan aquadest di dalam labu bulat, kecuali metanol, lalu dicukupkan volumenya hingga 100 mL.

Larutan tersebut kemudian diaduk dengan magnetic stirrer dan dipanaskan diatas hot plate, lalu disterilkan dengan menggunakan autoklaf selama 15 menit pada suhu 121oC. Metanol disterilkan dengan cara disaring menggunakan penyaring bakteri 0,22 μm, kemudian ditambahkan ke dalam larutan medium yang telah disterilisasi ketika suhu medium telah dingin secara aseptis.

Isolasi Khamir Metilotrop dari Tanah

Sampel tanah yang telah diambil kemudian ditimbang sebanyak 1 gram, dan disuspensikan dalam 9 mL aquadest steril. Selanjutnya, dari suspensi tersebut dilakukan pengenceran berseri 10 dalam tabung reaksi hingga pengenceran 10-4. Kemudian 0,1 mL cairan dari pengenceran 10-2, 10-3, dan 10-4 diinokulasikan ke dalam medium isolasi padat yang tidak mengandung metanol dan diinkubasi pada suhu ruang selama 2-3 hari.

Selanjutnya khamir yang tumbuh pada media isolasi padat tanpa metanol ditumbuhkan dalam media isolasi padat yang telah ditambahkan metanolpada cawan petri, dan diinkubasi pada suhu kamar selama 2-3 hari.

Pemurnian Isolat Khamir

Koloni-koloni khamir yang tumbuh pada media isolasi padat selanjutnya dimurnikan dengan diinokulasikan ke dalam media padat YPDApada cawan petri lalu diinkubasi pada suhu ruang selama 2-3 hari. Hal yang sama dilakukan sebanyak 3-4 kali agar didapatkan isolat yang murni. Selanjutnya isolat khamir yang telah murni diamati secara makroskopik dan mikroskopik. Kemudian dipindahkan ke media agar miring YPDA untuk digunakan sebagai working culture dan yang lain digunakan sebagai stock culture.

Demikian tadi adalah tujuan penelitian, alat dan bahan yang digunakan serta cara kerja dari penelitian dalam Skripsi Farmasi FERMENTASI MANITOL MENGGUNAKAN KHAMIR METILOTROP ISOLAT LOKAL DAN KOLEKSI UICC ini.Semoga bermanfaat.

Dapatkan koleksi 5.500 skripsi super lengkap dan berkualitas mulai dari cover, halaman pendahuluan, BAB I s.d BAB VI, penutup, lampiran, sampai daftar pustaka untuk semua jurusan. Silahkan lihat atau klik di sini.

Filed under: Farmasi

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!