mini-sl

Download Kumpulan Skripsi Lengkap:

Skripsi Farmasi FORMULASI TABLET CEPAT HANCUR MENGGUNAKAN MALTODEKSTRIN DE 10-15 DAN PRAGELATINISASI PATI SINGKONG SEBAGAI EKSIPIEN . Dibawah ini diuraiankan lengkap tentang tujuan penelitian, bahan dan alat yang digunakan, dan cara kerja dalam skripsi ini.

Tujuan penelitian
Membuat formulasi tablet cepat hancur dengan menggunakan maltodekstrin DE 10-15 dan pragelatinisasi pati singkong sebagai eksipien.

Bahan dan alat
Bahan

Famotidin (Dr. Reddy’s Laboratories, India), pati singkong (PT. Sungai Budi, Indonesia), maltodekstrin DE 10-15 (Zhucheng Dongxiao Biotechnology, China), aspartam (Vitasweet, China), manitol (Qingdao Bright Moon Seaweed Group, China), avicel PH 102 (Gujarat Microwax PVT, India), laktosa anhidrat (Molkerei Meggle, Jerman), etanol teknis 96%.

Alat
Alat cetak tablet AR400 (Erweka, Jerman), ayakan (Retsch GmbH & Co, Jerman), bulk-tapped density tester 245-2E (Pharmeq, Indonesia), cawan petri, disc mill, double drum drier (R. Simon Driers, Inggris), flowmeter GDT (Erweka, Jerman), friability tester TAR (Erweka, Jerman), hardness tester TBH 28 (Erweka, Jerman), jangka sorong (Vernier Caliper, China), mikroskop cahaya polarisasi BH-2 Tipe PM 10A05 (Olympus, USA), pHmeter (Eutech, Jerman), dan alat-alat gelas.

Cara kerja
Pembuatan pragelatinisasi pati singkong sempurna
Sejumlah pati singkong didispersikan dalam air (perbandingan air dan pati= 5 : 1) lalu dimasak pada suhu 90oC. Pati dimasak hingga terbentuk massa kental yang transparan. Massa kental lalu dimasukkan dalam double drum drier pada suhu 80oC±5oC. Selanjutnya massa dihaluskan dengan disc mill yang dilengkapi dengan pengayak 35 mesh (BeMiller dan Whistler, 2009).

Formulasi tablet cepat hancur
Tablet dibuat dengan metode granulasi basah. Seluruh bahan ditimbang terlebih dahulu dengan timbangan analitik. Selanjutnya avicel 102 dibasahi dengan etanol 95% dalam wadah. Famotidin, pragelatinisasi pati singkong (PPS), laktosa anhidrat, maltosa, aspartam dan setengah bagian maltodekstrin DE 10-15 dicampur dalam wadah lain hingga homogen.

Selanjutnya campuran tadi dicampur ke dalam wadah yang telah berisi avicel 102 dan diaduk hingga campuran menyatu. Hasil campuran lalu diayak dengan pengayak no. 8 setelah itu dikeringkan dalam oven pada suhu ± 40oC. granul yang telah kering kemudian diayak kembali dengan pengayak no. 16. Hasilnya ditambahkan dengan sisa maltodekstrin DE 10-15 dan dicampur hingga homogen. Selanjutnya dilakukan evaluasi massa tablet. Setelah itu massa tablet siap dicetak.

Evaluasi massa tablet
Laju alir dan sudut istirahat

Digunakan alat flowmeter. Massa tablet ditimbang, lalu ditempatkan pada wadah berbentuk corong dan alat dijalankan. Jumlah waktu yang dibutuhkan massa tablet untuk melewati corong tersebut dicatat. Tumpukan massa tablet yang terbentuk setelah melewati alat flowmeter diukur tinggi dan jari-jarinya sebagai nilai sudut istirahat.

Indeks kompresibilitas dan rasio Hausner
Sejumlah massa tablet ditimbang (m) dimasukkan ke dalam gelas ukur kemudian diukur volumenya (V1). Berat jenis (BJ) bulk = m/V1. Gelas ukur yang berisi massa tablet tersebut diletakkan pada alat bulk tapped density tester. Alat dipasang pada ketukan sebanyak 300 kali. Percobaan diulangi dengan 300 ketukan kedua untuk memastikan bahwa volume sampel tidak mengalami penurunan, volumenya diukur (V2). Berat jenis (BJ) mampat = m/V2.

Evaluasi tablet
Penampilan fisik

Evaluasi penampilan fisik dari tablet dilakukan dengan cara mengamati bentuk, warna dan permukaan tablet, serta ada tidaknya bau, rasa, dan kerusakan pada tablet tersebut.

Keseragaman ukuran (Farmakope Indonesia edisi ketiga, 1979)

Uji keseragaman ukuran dilakukan terhadap 20 tablet dari masing-masing formula dengan mengukur diameter dan ketebalan tablet menggunakan jangka sorong. Menurut Farmakope Indonesia edisi ketiga, tablet yang memenuhi persyaratan keseragaman ukuran adalah jika diameter tablet tidak lebih dari tiga kali dan tidak kurang dari tebal tablet.

Keseragaman bobot (Farmakope Indonesia edisi ketiga, 1979)

Sebanyak 20 tablet ditimbang dan dihitung bobot rata-ratanya, kemudian ditimbang satu per satu. Persyaratan keseragaman bobot adalah tidak lebih dari dua tablet menyimpang lebih besar dari kolom A dan tidak satu tablet pun yang menyimpang lebih besar dari kolom B.

Demikian tadi diuraiankan tentang tujuan penelitian, bahan dan alat yang digunakan, dan cara kerja dalam Skripsi Farmasi FORMULASI TABLET CEPAT HANCUR MENGGUNAKAN MALTODEKSTRIN DE 10-15 DAN PRAGELATINISASI PATI SINGKONG SEBAGAI EKSIPIENi ini. Semoga dapat bermanfaat bagi para mahasiswa sekalian.

Dapatkan koleksi 5.500 skripsi super lengkap dan berkualitas mulai dari cover, halaman pendahuluan, BAB I s.d BAB VI, penutup, lampiran, sampai daftar pustaka untuk semua jurusan. Silahkan lihat atau klik di sini.

Filed under: Farmasi

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!