mini-sl

Download Kumpulan Skripsi Lengkap:

Skripsi Farmasi FORMULASI TABLET SALUT LAPIS TIPIS EKSTRAK MENIRAN (Phyllantyhus niruri Linn) MENGGUNAKAN PRAGELATINISASI PATI SINGKONG FTALAT SEBAGAI BAHAN PENYALUT . Berikut ini adalah tujuan penelitian, hipotesis, alat, bahan dan cara kerja dalam skripsi ini, cocok untuk mahasiswa yang sedang cari judul atau referensi skripsi.

Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah:

  1. Memperoleh pragelatinisasi pati singkong ftalat (PPSFt), dengan cara gelatinisasi dan ftalatisasi serta mengkarakterisasi PPSFt yang dihasilkan
  2. Memformulasi dan mengevaluasi tablet salut lapis tipis yang mengandung ekstrak meniran dengan PPSFt sebagai polimer penyalut tablet

Hipotesis
Hipotesis dari penelitian ini adalah:

  1. Pragelatinisasi pati singkong (PPS) dapat diperoleh dengan cara gelatinisasi sempurna sehingga lebih mudah terdispersi dalam air dingin daripada pati singkong
  2. PPSFt dapat diperoleh dari ftalatisasi PPS dengan ftalat anhidrida dalam medium basa
  3. PPSFt dapat diformulasikan sebagai larutan polimer penyalut untuk sediaan tablet salut lapis tipis
  4. Rasa pahit dan bau yang tidak menyenangkan dari ekstrak meniran dapat ditutupi dengan proses penyalutan dengan PPSFt sebagai polimer penyalut, selain itu penampilan fisik tablet salut lapis tipis yang mengandung ekstrak meniran menjadi lebih baik daripada tablet inti.

Alat

Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah drum drier (R. Simon Dryers, Inggris), disc mill, ayakan bertingkat (Retsch, Jerman), spektrofotometer UV-1800 (Shimadzu, Jepang), fourier-transform infrared spectrofotometer 8400 S (Shimadzu, Jepang), viskometer Brookfield (Brookfield Synchrolectic, USA), pH meter (Eutech pH 510, Singapura), neraca analitik (Adam AFA – 210 LC, USA), pengaduk magnetik stirer (Ika, Jerman), thermal analysis DSC 6 (Perkin Elmer, USA), mikrometer (Din – 863/11, Inggris), SEM (scanning electron microscope Jeol JSM-5310 LV, Inggris), oven (Memmert, Jerman), mesin pencetak tablet (Korsch, Jerman), friability tester tipe TAR (Erweka, Jerman), alat uji waktu hancur tipe ED-2 (Electrolab, Jerman), hardness tester tipe TBH 28 (Erweka, Jerman), flowmeter tipe GDT (Erweka, Jerman), bulk density tester (Erweka, Jerman), homogenizer (EH 2012 CKL Machinery, Malaysia), mesin penyalut tipe AR (Erweka, Jerman), panci penyalut, spraygun (Meiji, Jepang), kompresor (Swan), desikator, termomete , dan alat–alat gelas.

Bahan

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pati singkong (PT. Sungai Budi, Lampung), asam ftalat anhidrida (Merck, Jerman), etanol 96% (Merck, Jerman), natrium sulfat anhidrat (Merck, Jerman), polietilenglikol 400, gliserin (Brataco, Indonesia), HCl (Merck, Jerman), natrium hidroksida (Merck, Jerman), ekstrak meniran (PT Dexa Medica, Indonesia), Aerosil® (Mainland, Cina), Primogel® (DMW International, Belanda), polivinil pirolidon (BASF Formulasi tablet…, Charla Chemical Company, Jerman), kalium bromida (Merck, Jerman), kalium hidrogen ftalat (Merck, Jerman), kalium dihidrogen fosfat (Merck, Jerman), talk (Haichin, Cina), Avicel® PH 102 (Mingtai Chemical, Cina), carmoisine (PT. Bukit Warna Abadi, Indonesia) dan aqua destillata.

Cara Kerja
Pembuatan Pragelatinisasi Pati Singkong Ftalat
Pragelatinisasi Pati Singkong

Pati singkong dipanaskan dengan sejumlah air di atas suhu gelatinasinya (diatas 70°C), hingga diperoleh pasta bening. Kemudian dikeringkan dengan double drum drier pada suhu 80°C ± 5°C. Serpihan yang diperoleh kemudian dihaluskan dengan disc mill dan diayak melalui pengayak 60 mesh (Anwar, Khotimah, & Yanuar, 2006).

Ftalatisasi Pragelatinisasi Pati Singkong

Pati terpragelatinasi yang diperoleh pada tahap pertama dibuat suspensi 10% pati terpragelatinasi dalam air. Dibuat larutan 16,67% asam flatat anhidrida dalam etanol 96% (sebanyak 50% dari berat PPS kering).

Ditambahkan NaOH 10N ke dalam medium hingga pH 8-10. Larutan asam ftalat anhidrida diteteskan ke dalam larutan pati terpragelatinasi, natrium sulfat juga ditambahkan sedikit demi sedikit selama reaksi berlangsung, dan diaduk sambil terus menjaga kondisi reaksi pada pH 8-10 dengan cara menambahkan larutan NaOH pada 1000 rpm.

Setelah reaksi selesai, pengadukan tetap dilanjutkan selama 30 menit, lalu campuran tersebut didiamkan selama 24 jam kemudian dinetralkan dengan larutan HCl(e) sampai mencapai pH 6.5 – 7 (Billmers & Tessler, 1994).

Setelah esterifikasi selesai, larutan tersebut dicuci dengan etanol 50% sebanyak 20x. Pencucian pertama menggunakan etanol 50% sebanyak 2x volume PPSFt, sedangakan pencucian selanjutnya menggunakan etanol 50% sebanyak 1/2x volume PPSFt hasil sintesis. Kemudian dikeringkan dengan menggunakan drum drier pada suhu 80°C ± 5 °C. Serpihan yang diperoleh kemudian dihaluskan dengan disc mill dan diayak melalui pengayak 60 mesh.

Karakterisasi Pragelatinisasi Pati Singkong Ftalat
Karakterisasi Fisik

Karakterisasi fisik yang dilakukan terhadap pragelatinisasi pati singkong ftalat meliputi adalah :

  1. Penampilan Fisik, Pengamatan organoleptis dilakukan pada sampel PPSFt meliputi pengamatan terhadap bentuk dan warna serbuk PPSFt.
  2. Distribusi Ukuran Partikel, Sebanyak 100 gram PPSFt dimasukkan kedalam pengayak dengan nomor 120, 80, 60, 45 dan 35 mesh yang telah disusun berurutan mulai dari bawah keatas. Pengayakan diatur pada kecepatan 30 rpm selama 20 menit. Serbuk yang tertinggal pada masing-masing ayakan dan panci penampung ditimbang dan dihitung masing-masing persentase beratnya.
  3. Bentuk dan Morfologi (Thakore, Desai, Sarawade, & Devi, 2001), Pengamatan dilakukan dengan alat Scanning Electron Microscope (SEM) untuk melihat bentuk partikel dan tekstur permukaan PPSFt.
  4. Analisis Termal, Analisis termal dilakukan dengan alat Differential Scaning Calorimetri (DSC). Sampel ditimbang sebanyak ± 4 mg, letakkan pada silinder aluminium berdiameter 5 mm. Silinder tersebut ditutup dengan lempeng aluminium lalu sampel dimasukkan ke alat DSC. Pengukuran dimulai pada suhu 30oC-500oC dengan kecepatan kenaikan suhu 10oC/menit. Proses endotermik dan eksotermik yang terjadi pada sampel tercatat pada recorder.
  5. Kadar Air , Pengukuran kadar air dilakukan dengan alat moisture analyzer. Alat tersebut dipanaskan terlebih dahulu selama kurang lebih 10 menit. Diletakkan kurang lebih 2 gram serbuk sampel ke atas wadah alumunium secara merata dan atur pada suhu 105oC lalu diukur dengan alat moisture analyzer. Catat nilai yang terbaca pada moisture analyzer.
  6. Higroskopisitas (Panjaitan, 2007), Sampel ditimbang sebanyak 1 gram dan dimasukkan pada pot plastik dengan empat perlakuan:
  1. pot tanpa tutup
  2. pot dengan tutup
  3. pot tanpa tutup dengan silika gel
  4. pot dengan tutup dengan silika gelMasing-masing pot diletakkan dalam desikator pada suhu kamar RH 70% yang telah diatur dengan larutan jenuh NaCl. Setiap minggu sampel diamati terhadap perubahan fisik (warna dan bobot) selama 1 bulan.

Itulah tadi tujuan penelitian, hipotesis, alat, bahan dan cara kerja dalam Skripsi Farmasi FORMULASI TABLET SALUT LAPIS TIPIS EKSTRAK MENIRAN (Phyllantyhus niruri Linn) MENGGUNAKAN PRAGELATINISASI PATI SINGKONG FTALAT SEBAGAI BAHAN PENYALUT ini, semoga para mahasiswa terbantu dengan referensi ini.

Dapatkan koleksi 5.500 skripsi super lengkap dan berkualitas mulai dari cover, halaman pendahuluan, BAB I s.d BAB VI, penutup, lampiran, sampai daftar pustaka untuk semua jurusan. Silahkan lihat atau klik di sini.


Artikel lainnya:

Filed under: Farmasi

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!