mini-sl

Download Kumpulan Skripsi Lengkap:

Skripsi Farmasi HUBUNGAN ANTARA MALONDIALDEHID DENGAN eLFG PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 . Berikut adalah uraian lengkap mengenai tujuan penelitian, rumusan masalah, hipotesa, dan metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini.

Tujuan Penelitian

Menilai ada atau tidaknya hubungan antara Malondialdehid dengan eLFG
dalam mendeteksi gangguan fungsi ginjal pada pasien DM tipe 2 RSUPN Dr.
Cipto Mangunkusumo.

Rumusan Masalah

  1. Apakah ada perbedaan kadar MDA yang bermakna antara subyek sehat dengan pasien DM tipe 2 RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo.?
  2. Apakah ada faktor demografi, antropometri dan kebiasaan hidup yangmempengaruhi kadar MDA pada pasien DM tipe 2 RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo?
  3. Apakah ada hubungan antara kadar MDA dengan eLFG pada pasien DM tipe 2 RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo.?

Hipotesis

  1. Ada perbedaan kadar MDA yang bermakna pada subyek sehat dengan pasien DM tipe 2 RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo.
  2. Ada faktor demografi, antropometri dan kebiasaan hidup yang mempengaruhi kadar MDA pada pasien DM tipe 2 RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo
  3. Ada hubungan antara kadar MDA dengan eLFG pada pasien DM tipe 2 RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo.

Kriteria Inklusi dan Eksklusi
Kriteria Inklusi:

  1. Penderita DM tipe 2
  2. Usia 18-75 tahun
  3. Bersedia menandatangani persetujuan untuk mengikuti penelitian secara sukarela (informed consent).
  4. Kadar serum kreatinin 0,5-1,4 mg/dL dan hematuria negatif.
  5. Untuk kelompok kontrol, adalah mereka yang bukan penderita DM, yakni memiliki nilai normal glukosa plasma puasa 70-100 mg/dL, dan glukosa plasma 2 jam setelah makan <140 mg/dL, serta memiliki fungsi ginjal normal.

Kriteria Eksklusi:
Keadaan berikut ini apabila ditemukan, dikeluarkan dari penelitian, yaitu:

  1. Hipertensi arteriel yakni bila sistolik >140 mmHg dan diastolik >90 mmHg.
  2. Obesitas (IMT ≥30kg/m2)
  3. Memerlukan pengobatan hormonal atau kortikosteroid
  4. Perempuan dalam masa menstruasi

Instrumen Pengumpulan Data
Kuesioner

Kuesioner berisi data pertanyaan untuk mendapatkan informasi tentang umur, pendidikan, pekerjaan, pola makan, suplemen yang dikonsumsi, kebiasaan merokok, olahraga, penyakit yang diderita, lamanya menderita DM tipe 2, serta obat-obatan yang dikonsumsi.

Alat

Jarum, spuit (TERUMO), tabung vacutiner 10 mL (Greiner bio-one),
kapas steril, torniquet, ice box, timbangan analitik, Freezer –800 (BIOMEDICAL, Lab Tech), sentrifugator (Lab. Digital Sentrifuge Model: DSC- 300 SD), pipet mikro, penangas air, spektrofotometer UV-VIS (T80+ UV/VIS Spectrofotometer, PG Instrument Ltd), spektrofotometer single beam (Genesys 20), kuvet kuarsa, vorteks, alat ukur tinggi badan, timbangan berat badan (CAMRY), termometer, alat-alat gelas lainnya.

Bahan

Bahan Uji

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah serum darah yang diperoleh dari pasien DM tipe 2 rawat jalan di Poliklinik Penyakit Dalam, Divisi Metabolik-Endokrin RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo dan mahasiswa Departemen Farmasi, Universitas Indonesia, Depok sebagai subyek.

Bahan Kimia

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah standar tetraetoksipropan (Sigma Aldrich, USA), standar kreatinin (Merck, Jerman), asam tiobarbiturat (Merck, Jerman), asam trikloroasetat (Merck, Jerman), dikalium hidrogen fosfat (Merck, Jerman), sodium hidroksida (Merck, Jerman), asam pikrat (Merck, Jerman), akuades dan alkohol 70%.

Pelaksanaan Penelitian

Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap yang terdiri dari tahap pemilihan sampel berdasarkan kriteria inklusi, pengambilan data demografi pemeriksaan antropometri, pemeriksaan laboratorium, hingga analisis data hasil penelitian.

Pemilihan sampel

Setelah izin penelitian diperoleh dari komite etik penelitian Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, dilakukan seleksi secara consecutive sampling terhadap sampel yaitu pasien DM tipe 2 rawat jalan di Poliklinik Penyakit Dalam, Divisi Metabolik-Endokrin RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo dan mahasiswa Departemen Farmasi, Universitas Indonesia, Depok.

Pasien DM tipe 2 dan mahasisiwa yang memenuhi kriteria inklusi diberikan lembar informasi penelitian serta dijelaskan terkait tujuan penelitian, proses penelitian, pemeriksaan yang dijalani dan manfaat dari penelitian. Bila pasien DM tipe 2 dan mahasiswa menyetujui untuk menjadi subyek penelitian maka yang bersangkutan diminta untuk menandatangani lembar persetujuan penelitian sebagai subyek penelitian yang disaksikan oleh saksi dari pihak peneliti.

Demikian tadi adalah uraian lengkap mengenai tujuan penelitian, rumusan masalah, hipotesa, dan metode penelitian yang digunakan dalam Skripsi Farmasi HUBUNGAN ANTARA MALONDIALDEHID DENGAN eLFG PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 ini. Semoga bermanfaat.

 

Dapatkan koleksi 5.500 skripsi super lengkap dan berkualitas mulai dari cover, halaman pendahuluan, BAB I s.d BAB VI, penutup, lampiran, sampai daftar pustaka untuk semua jurusan. Silahkan lihat atau klik di sini.

Filed under: Farmasi

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!