mini-sl

Download Kumpulan Skripsi Lengkap:

Skripsi Farmasi ISOLASI ENZIM SUKROSAFOSFORILASE REKOMBINAN DARI BAKTERI Escherichia coli BL-21STARTM DAN ESEI AKTIVITAS TRANSGLIKOSILASI TERHADAP ASAM ASKORBAT DAN ASAM BENZOAT . Informasi dibawah ini memuat detil tujuan penelitian, alat dan bahan yang digunakan dan metode penelitian yang dilakukan dalam skripsi ini. Informasi ini sangat berguna bagi mahasiswa yang mengambil topik ini sebagai bahan skripsi.

Tujuan

  1. Memperoleh produk enzim sukrosafosforilase rekombinan dari Escherichia coli BL-21 StarTM dalam skala besar.
  2. Memperoleh karakter enzim sukrosafosforilase rekombinan berdasarkan bobot molekul dan aktivitas.
  3. Mengetahui aktivitas transglikosilasi terhadap asam askorbat dan asam benzoat.

Alat
Mikrosentrifus berkecepatan tinggi berpendingin [Tomy MX-305, Jepang], mirosentrifuse dengan pendingin [Sorvall Fresco, Jerman], mikropipet [Gilson, Perancis], inkubator [Orbital Shaker Incubator], pemanas dengan magnetic stirrer [Torrey Pines Scientific, USA], autoklaf [Hirayama, Jepang], dry bath thermoblock, pH meter [Eutech Instruments pH510 CyberScan, Singapura], timbangan analitik [Scout dan Acculab, USA], lemari pendingin [GEA, Korea dan Toshiba, Jepang),

Ultra Low Temperature Freezer -80 oC [New Brunswick Scientific U101 Innova, Inggris], Freezer -20 oC [GEA, Korea], oven pengering [Lab-line, USA], oven penyimpan [WTB Binder, Jerman], alat SDS-PAGE [Biometra, Jepang], spektrofotometer GeneQuantTM 100 [GE Healthcare, Swedia], Sonikator [Ultrasonic Homogenizer Labsonic, Jerman], His Spin Trap® Kit [GE Healthcare, Swedia], HisTrap® FF kolom 1 ml [GE Healthcare, Swedia],

Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) [Shimadzu, Jepang] terdiri dari pompa [LC-20], auto sampler [SIL-20C], kolom oven [Supelco, CTO-20C 15cm x 4,6mm, diameter partikel 5 μm], detektor UV/Vis [SPD-20AV], dan pengolah data pada computer [LC-Solution], TLC Silica gel 60 F254 [Merck, Jerman], chamber, pipa kapiler, dan alat-alat lain yang biasa dipergunakan dalam laboratorium mikrobiologi dan bioteknologi.

Bahan
Sampel
Sampel yang digunakan adalah Escherichia coli BL-21 StarTM (pAM_SPaseWRS3) rekombinan stok beku milik Laboratorium Bioteknologi Departemen Farmasi FMIPA UI.

Bahan Kimia
Medium agar dan cair Luria Bertani [Difco, USA], Natrium hidroksida [Merck, Jerman], Asam klorida [Merck, Jerman], Kalium dihidrogen fosfat [Merck, Jerman], Dikalium hidrogen fosfat [Merck, Jerman], His Buffer® Kit [GE Healthcare, Swedia], aquadest, aquabidest steril [Otsuka ,Indonesia], Protein Staining Solution [Fermentas, USA], Tris base [Amersham Bioscience, Swedia],

Natrium Dodesil Sulfat [Wako, Jepang], Trisin [Aldrich, Jerman], Loading Buffer [Fermentas, USA], 2-merkaptoetanol [Fermentas, USA], Akrilamid/bisakrilamid [BioRad, Inggris], Amonium persulfat [Merck, Jerman], TEMED (N,N,N’,N’- tetrametilendiamin) [Merck, Jerman], Amersham Low Molecular Weight Calibration Kit for SDS Electrophoresis [GE Healthcare, Swedia], BCA [Merck Bioscience, Jerman],

Isopropanol [Aldrich, Jerman], asam asetat [Aldrich, Jerman], IPTG (Isopropil β-D-thiogalaktosida) [Wako, Jepang], Tetrasiklin [Aldrich, Jerman], sukrosa [Merck, Jerman], Na2EDTA [Merck, Jerman], MgCl2, NADP+ [Wako, Jepang], fosfoglukomutase [Sigma, USA], g ukosa-1,6-difosfat [Sigma, USA], glukosa-6-fosfat dehidrogenase [Wako, Jepang],

Sukrosafosforilase Standar [Wako, Jepang], asetonitril [Merck, Jerman], H2SO4 [Merck, Jerman], asam askorbat [Nacalai Tesque, Jepang], AA-2G (2-O-α-D-glucopyranosyl-L-ascorbic acid) [Wako, Jepang], butanol [Merck, Jerman], asam benzoat [Merck, Jerman].

Cara Kerja
Medium dan Pembuatan Medium
Medium
Medium yang digunakan adalah medium agar dan cair Luria Bertani LB). Adapun kandungan dari medium LB adalah :bactotryptone, bacto yeast dan NaCl. Dalam penelitian ini digunakan medium LB yang sudah jadi sehingga tidak perlu diracik lagi.

Pembuatan Medium

Medium yang digunakan adalah medium agar dan cair LB. Medium agar digunakan untuk meremajakan kultur bakteri sedangkan medium cair digunakan untuk membuat kultur inokulum dan kultur cair bakteri. Untuk membuat 100 ml medium agar LB ditimbang 2 g serbuk medium LB dan 1,5 g serbuk bacto agar dan dilarutkan dalam aquadest dalam labu bulat.

Medium yang sudah jadi selanjutnya disterilkan menggunakan autoklaf pada suhu 121 oC selama 15 menit. Setelah agak dingin, ditambahkan 100 μl larutan tetrasiklin konsentrasi 5 mg/ml sehingga medium mengandung 5 μg/ml tetrasiklin. Medium selanjutnya dituang ke dalam cawan petri steril secara aseptis dan dibiarkan dingin dan mengeras. Medium yang sudah mengeras disimpan dalam lemari pendingin.

Untuk membuat 500 ml medium cair LB ditimbang 10 g serbuk medium cair dan dilarutkan dalam 500 ml aquadest dalam labu bulat. Medium yang sudah jadi selanjutnya disterilkan menggunakan autoklaf pada suhu 121 oC selama 15 menit. Medium cair selanjutnya dapat langsung digunakan untuk pembuatan kultur cair atau disimpan dalam lemari pendingin untuk digunakan keesokan harinya.

Pembuatan Larutan, Dapar, dan Pereaksi
Dapar Fosfat pH 5,0; 6,0; 6,8; 7,0; 7,5; 8,0 1,23 x 10-1 (DeAngelis K.M., 2007)
Dikalium hidrogen fosfat dan Kalium dihidrogen fosfat ditimbang dengan seksama seperti berikut untuk membuat larutan dengan konsentrasi masing-masing 1,23 M :

  1. Untuk 250 ml Larutan 1,23 M K2HPO4 (174.18g mol-1) = 53,560 g
  2. Untuk 250 ml Larutan 1,23 KH2PO4 (136.09g mol-1 ) = 41,848 g kemudian masing-masing dilarutkan dalam 250 ml aquadest.

Untuk membuat larutan dapar pH 5,0; 100 ml, dilakukan dengan membuat campuran kedua larutan seperti berikut :

  1. Larutan 1,23 M K2HPO4 (174.18g mol-1) = 0,14 ml
  2. Larutan 1,23 KH2PO4 (136.09g mol-1 ) = 9,86 ml

Untuk membuat larutan dapar pH 6,0; 100 ml, dilakukan dengan membuat campuran kedua larutan seperti berikut :

  1. Larutan 1,23 M K2HPO4 (174.18g mol-1) = 1,32 ml
  2. Larutan 1,23 KH2PO4 (136.09g mol-1 ) = 8,68 ml

Untuk membuat larutan dapar pH 7,0; 100 ml , dilakukan dengan membuat campuran kedua larutan seperti berikut :

  1. Larutan 1,23 M K2HPO4 (174.18g mol-1) = 6,15 ml
  2. Larutan 1,23 KH2PO4 (136.09g mol-1 ) = 3,85 ml

Untuk membuat larutan dapar pH 7,5; 100 ml , dilakukan dengan membuat campuran kedua larutan seperti berikut :

  1. Larutan 1,23 M K2HPO4 (174.18g mol-1) = 8,14 ml
  2. Larutan 1,23 KH2PO4 (136.09g mol-1 ) = 1,86 ml

Untuk membuat larutan dapar pH 8; 100ml, dilakukan dengan membuat campuran kedua larutan seperti berikut :

  1. Larutan 1,23 M K2HPO4 (174.18g mol-1) =0,6 ml
  2. .Larutan 1,23 KH2PO4 (136.09g mol-1 ) = 9,4 ml

Untuk membuat larutan dapar pH 6,8; 1 L, dilakukan dengan membuat campuran kedua larutan seperti berikut :

  1. Larutan 1,23 M K2HPO4 (174.18g mol-1) = 49,7 ml
  2. Larutan 1,23 KH2PO4 (136.09g mol-1 ) = 50,3 ml

Pencampuran kedua jenis larutan dilakukan bertahap, lakukan juga pengecekan berkala saat pencampuran dengan pH meter agar campuran larutan menghasilkan pH larutan yang tepat.

Kemudian campuran larutan tersebut dihomogenkan dan di adkan dengan aquadest hingga 100 ml dan untuk larutan pH 6,8 dicukupkan hingga 1 L. Dapar fosfat yang sudah jadi selanjutnya disterilkan menggunakan autoklaf pada suhu 121o C selama 15 menit. Kemudian stok dapar fosfat dan stok K2HPO4 dan KH2PO4 disimpan dalam kulkas 40C.

Larutan Stok IPTG 1 M
Sebanyak 1 g IPTG dilarutkan dengan 4,2 ml aquabidest steril, kemudian larutan yang telah siap di lewatkan dalam filter bakteri kemudian filtrate yang lolos dari filter ditampung di dalam tube yang telah disterilkan, sehingga didapatkan larutan stok IPTG dengan konsentrasi 1 M.

Dapar 4X Tris-HCl/SDS pH 8,8 (Laemli, Cleaveland, Fischer, & Kirschner, 1977)
Sebanyak 9,1 g tris base dan 0,2 g SDS ditimbang kemudian tris base dilarutkan dalam kurang lebih 30 ml. Atur pH dengan penambahan larutan HCl 1 N hingga tercapai pH 8,8. Selanjutnya SDS ditambahkan dan dicukupkan volumenya hingga 50 ml. Kemudian dapar disimpan dalam lemari pendingin suhu 4o C.

Dapar 4X Tris-HCl/SDS pH 6,8 (Laemli, Cleaveland, Fischer, & Kirschner, 1977)
Sebanyak 1,21 g tris base; 0,08 g SDS ditimbang kemudian tris base dilarutkan dalam kurang lebih 10 ml. Selanjutnya pH diatur dengan penambahan larutan HCl 1 N hingga tercapai pH 6,8. Selanjutnya SDS ditambahkan dan dicukupkan volumenya hingga 20 ml. Kemudian dapar disimpan dalam lemari pendingin suhu 4o C.

Dapar Katoda (Laemli, Cleaveland, Fischer, & Kirschner, 1977)
Sebanyak 6,05 g tris base; 8,96 g trisin dan 0,5 g SDS ditimbang dan semua bahan dilarutkan dalam 500 ml aquadest steril secara aseptis. Tidak perlu pengaturan pH. Selanjutnya dapar disimpan dalam lemari pendingin suhu 4o C.

Dapar Anoda (Laemli, Cleaveland, Fischer, & Kirschner, 1977)
Sebanyak 24,22 g tris base ditimbang dan dilarutkan dalam 500 ml aquadest. Selanjutnya pH diatur dengan penambahan HCl 1 N hingga dicapai pH 8,9. Kemudian dapar disimpan dalam lemari pendingin suhu 4o C.

Larutan Campuran Akrilamid-Bis Akrilamid 29:1
Sebanyak 22,5 g serbuk campuran akrilamid dan bis akrilamid dilarutkan dalam 54,75 ml aquabidest steril.

Larutan Fiksasi (Laemli, Cleaveland, Fischer, & Kirschner, 1977)
Larutan fiksasi mengandung 25% isopropanol dan 10% asam asetat. Dibuat dengan cara melarutkan 125 ml isopropanol dan 50 ml asam asetat dengan aquadest hingga volume akhir 500 ml.

Larutan Stok Sukrosa 3,09867 x 10-1 M (Sucrose Phosphorylase, n.d.)
Sebanyak 5,3 g sukrosa ditimbang dan dilarutkan dalam 50 ml aquabidest steril.

Larutan Stok EDTA 9,96 x 10-3 M (Sucrose Phosphorylase, n.d.)
Sebanyak 37,1 mg Na2EDTA ditimbang dan dilarutkan dalam 50 ml aquabidest steril.

Larutan Stok MgCl2 9,96 x 10-1M (Sucrose Phosphorylase, n.d.)
Sebanyak 0,95 g MgCl2 anhidrat ditimbang dan dilarutkan dalam 10 ml aquabidest steril.

Larutan Stok NADP+ 1,1952 x 10-2M (Sucrose Phosphorylase, n.d.)
Sebanyak 9,411 mg NADP-Na ditimbang dan dilarutkan dalam 1 ml larutan dapar fosfat 5 x 10-2 M pH 6,8.

Larutan Stok Glukosa-1,6-Bifosfat 4,98 x 10-5 M (Sucrose Phosphorylase, n.d.)
Sebanyak 10 mg α-D-glucose 1,6-bisphosphate tetra (cyclohexylammonium) salt hydrate ditimbang dan dilarutkan dalam 27,26 ml aquabidest steril, kemudian larutan tersebut dipipet 10 ml dan dimasukan ke dalam wadah dan dicukupkan volumenya hingga 100 ml dengan aquadest yang telah disterilkan.

Demikian tadi Informasi dibawah ini memuat detil tujuan penelitian, alat dan bahan yang digunakan dan metode penelitian yang dilakukan dalam Skripsi Farmasi ISOLASI ENZIM SUKROSAFOSFORILASE REKOMBINAN DARI BAKTERI Escherichia coli BL-21STARTM DAN ESEI AKTIVITAS TRANSGLIKOSILASI TERHADAP ASAM ASKORBAT DAN ASAM BENZOAT ini. Semoga bermanfaat bagi para mahasiswa sekalia.

Dapatkan koleksi 5.500 skripsi super lengkap dan berkualitas mulai dari cover, halaman pendahuluan, BAB I s.d BAB VI, penutup, lampiran, sampai daftar pustaka untuk semua jurusan. Silahkan lihat atau klik di sini.


Artikel lainnya:

Filed under: Farmasi

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!