mini-sl

Download Kumpulan Skripsi Lengkap:

Skripsi Farmasi ISOLASI, UJI PENGHAMBATAN AKTIVITAS XANTIN OKSIDASE DAN IDENTIFIKASI SENYAWA AKTIF DARI FRAKSI ETIL ASETAT PADA EKSTRAK AKAR TANAMAN Acalypha indica Linn . Selengkapnya ada dibawah ini tentang tujuan penelitian hingga metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini

Tujuan Penelitian

  1. Mengisolasi senyawa aktif dari fraksi etil asetat pada tumbuhan Acalypha indica L. terhadap penghambatan aktivitas xantin oksidase.
  2. Menguji isolat terhadap penghambatan aktivitas xantin oksidase.
  3. Mengkarakterisasi dan identifikasi senyawa yang diperoleh.

Bahan Uji
Pada penelitian ini bahan uji yang digunakan adalah serbuk akar Acalypha indica yang diperoleh dari Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik (BALITRO) dan telah dideterminasi di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Pusat Penelitian Bogor (Lampiran 7).

Bahan Kimia
Metanol, kloroform, n-heksana, etil asetat, n-butanol, diklorometana, air demineralisata (diperoleh dari Bratachem), lempeng kromatografi lapis tipis silica gel 60 F245 (Merck, Jerman), silika gel 60 (0,063-0,200 mm) (Merck, Jerman), Alopurinol (diperoleh dari Kimia Farma), xantin (Sigma Aldrich), xantin oksidase from bovine milk (Sigma Aldrich), dimetil sulfoksida, NH4OH, HCl (Merck, Jerman), kalium dihidrogen fosfat dan dikalium hidrogen fosfat (Analar).

Alat
Mechanical shaker, rotary vacuum evaporator (Buchi® R11, Switzerland), seperangkat alat untuk KLT (kromatografi lapis tipis), seperangkat alat untuk KK (kromatografi kolom), corong Buchner (Haldenwangler, Berlin), pipet tetes, pipet mikro, pipet volume, spatel, batang pengaduk, tabung reaksi, rak tabung reaksi, corong, kertas saring, termometer, vial bertutup, cawan penguap, erlenmeyer, gelas piala, labu takar, gelas ukur,

Spektrofotometer UV-Vis (Shimadzu UV 1601), kuvet kuarsa, plat tetes, sendok tanduk, vortex mixer (Health), timbangan digital, Alat pHmeter Eutech pH-510, Spektrofotometer infra merah FTIR 8400 S (Shimadzu), LCMS , Alat penentu titik lebur (Stuart Scientific).

Pembuatan Larutan Reaksi
Pembuatan Larutan Dikalium Hidrogen Fosfat (K2HPO4) 1M
Ditimbang 87,09 gram K2HPO4, dimasukkan ke dalam gelas piala yang telah dikalibrasi dan berisi aquademin bebas CO2 sebanyak 300 mL, kemudian aduk dan tambahkan kembali aquademin bebas CO2 hingga volume akhir 500,0 mL, aduk hingga homogen.

Pembuatan Larutan Kalium Dihidrogen Fosfat (KH2PO4) 1M
Ditimbang 68,045 gram KH2PO4, dimasukkan ke dalam gelas piala yang telah dikalibrasi dan berisi aquademin bebas CO2 sebanyak 300 mL, kemudian aduk dan tambahkan kembali aquademin bebas CO2 hingga volume akhir 500,0 mL, aduk hingga homogen.

Pembuatan Dapar Fosfat 0,05 M pH 7,0
Dipipet sebanyak 15,4 mL larutan K2HPO4 dan 9,6 mL larutan KH2PO4, lalu dimasukkan ke dalam gelas piala yang telah dikalibrasi dan berisi 300 mL aquademin bebas CO2, kemudian diaduk dan ditambahkan kembali aquademin bebas CO2 hingga volume akhir 500,0 mL, aduk hingga homogen, cek pH menggunakan pH-meter dan adjust dengan KH2PO4 atau K2HPO4 hingga tepat pH 7,0.

Pembuatan Dapar Fosfat 0,05 M pH 7,2
Dipipet sebanyak 17,9 mL larutan K2HPO4 dan 7,1 mL larutan KH2PO4, lalu dimasukkan ke dalam gelas piala yang telah dikalibrasi dan berisi 300 mL aquademin bebas CO2, kemudian diaduk dan ditambahkan kembali aquademin bebas CO2 hingga volume akhir 500,0 mL, aduk hingga homogen, cek pH menggunakan pH-meter dan adjust dengan KH2PO4 atau K2HPO4 hingga tepat pH 7,2.

Pembuatan Dapar Fosfat 0,05 M pH 7,5
Dipipet sebanyak 20,4 mL larutan K2HPO4 dan 4,7 mL larutan KH2PO4, lalu dimasukkan ke dalam gelas piala yang telah dikalibrasi dan berisi 300 mL aquademin bebas CO2, kemudian diaduk dan ditambahkan kembali aquademin bebas CO2 hingga volume akhir 500,0 mL, aduk hingga homogen, cek pH menggunakan pH-meter dan adjust dengan KH2PO4 atau K2HPO4 hingga tepat pH 7,5.

Pembuatan Dapar Fosfat 0,05 M pH 7,8
Dipipet sebanyak 45,4 mL larutan K2HPO4 dan 4,6 mL larutan KH2PO4, lalu dimasukkan ke dalam gelas piala yang telah dikalibrasi dan berisi 500 mL aquademin bebas CO2, kemudian diaduk dan ditambahkan kembali aquademin bebeas CO2 hingga volume akhir 1000,0 mL, aduk hingga homogen, cek pH menggunakan pHmeter dan adjust dengan KH2PO4 atau K2HPO4 hingga tepat pH 7,8.

Pembuatan Dapar Fosfat 0,05 M pH 8,0
Dipipet sebanyak 23,5 mL larutan K2HPO4 dan 1,5 mL larutan KH2PO4, lalu dimasukkan ke dalam gelas piala yang telah dikalibrasi dan berisi 300 mL aquademin bebas CO2, kemudian diaduk dan ditambahkan kembali aquademin bebeas CO2 hingga volume akhir 500,0 mL, aduk hingga homogen, cek pH menggunakan pHmeter dan adjust dengan KH2PO4 atau K2HPO4 hingga tepat pH 8,0.

Pembuatan Larutan HCl 1 N
Larutan asam klorida 1 N dibuat dengan cara, dimasukkan 9 mL HCl(P) ke dalam gelas piala yang telah dikalibrasi dan berisi 50 mL aquademin bebas CO2, kemudian tambahkan kembali aquademin bebas CO2 hingga volume akhir 100,0 mL, aduk homogen.

Pembuatan Larutan NaOH 0,05 M
Larutan natrium hidroksida 0,05 M dibuat dengan cara ditimbang 0,2 gram NaOH, dimasukkan ke dalam gelas piala yang telah dikalibrasi dan berisi 50 mL aquademin bebas CO2, diaduk hingga larut dan ditambahkan kembali aquademin bebas CO2 hingga volume akhir 100,0 ml, aduk homogen.

Pembuatan Larutan Uji Ekstrak dan Isolat dari Akar Acalypha indica L.
Larutan induk fraksi etil asetat, fraksi hasil kromatografi kolom, isolat dari akar tanaman Acalypha indica L dibuat dengan menimbang ekstrak kental fraksi etil asetat, fraksi hasil kromatografi kolom, isolat sebanyak 10 mg, kemudian ditambahkan 3 tetes DMSO diaduk hingga larut kemudian dimasukkan ke dalam labu ukur 10,0 mL.

Setelah itu diencerkan dengan aquademin bebas CO2 sampai tanda batas dan diperoleh larutan induk dengan konsentrasi 1000 ppm. Larutan uji dibuat dengan mengencerkan larutan induk hingga diperoleh konsentrasi 100 μg/mL, 50 μg/mL, 20 μg/mL, 10 μg/mL, 5 μg/mL, dan 1 μg/mL.

Pembuatan Larutan Substrat Xantin

Larutan induk substrat xantin dibuat dengan menimbang sebanyak 15,21 mg substrat xantin dimasukkan ke dalam labu ukur. Kemudian ditambahkan dengan lima tetes NaOH 1 M , digoyang hingga larut, setelah itu diencerkan dengan aquademin bebas CO2 sampai dengan 100,0 mL (konsentrasi 1 mM). Larutan xantin dibuat dengan mengencerkan larutan induk sampai diperoleh larutan xantin dengan konsentrasi 0,05 mM; 0,1 mM; 0,15 mM; 0,2 mM dan 0,25 mM.

Pembuatan Larutan Standar Alopurinol
Larutan induk standar Alopurinol dibuat dengan menimbang 10 mg Alopurinol lalu dimasukkan ke dalam labu ukur 10,0 mL. Kemudian ditambahkan dengan NaOH 1 N beberapa tetes hingga larut lalu diencerkan dengan aquademin bebas CO2 di dalam labu ukur, kemudian dicukupkan volumenya hingga batas dan diperoleh larutan induk dengan konsentrasi 1000 ppm (1000 μg/mL). Larutan standar Alopurinol dibuat dengan mengencerkan larutan induk hingga diperoleh larutan standar alopurinol dengan konsentrasi 0,1, 0,2, 0,5 dan 1,0 μg/mL.

Pembuatan Larutan Xantin Oksidase
Ditimbang 22,17 mg xantin oksidase dengan menggunakan botol timbang dan sendok tanduk, kemudian dimasukkan ke dalam labu ukur 25,0 mL dan diencerkan dengan dapar fosfat di dalam labu ukur, kemudian dicukupkan volumenya hingga batas dan diperoleh larutan xantin oksidase 0,1 unit/mL. Dilakukan pada kotak es (memerlukan perlakuan khusus)

Cara Kerja
Ekstraksi
Ditimbang Serbuk akar Acalypha indica L. sebanyak 4,380 kg dan dimasukan masing-masing 500 gram ke dalam botol maserasi kemudian ditambahkan metanol sampai seluruh serbuk terendam seluruhnya atau hingga tiga jari di atas permukaan simplisia. Kemudian dilakukan maserasi, yaitu dilakukan pengocokan selama 6 jam dengan kecepatan 125 rpm lalu dibiarkan dalam bejana maserasi selama 18 jam.

Selanjutnya cairan penyari dipisahkan dari ampas dan disimpan dalam wadah penampung. Selajutnya ampas diekstraksi kembali dengan cara yang sama. Maserasi dilakukan hingga warna dari lapisan metanol tidak pekat lagi atau hampir tidak berwarna. Ekstrak yang diperoleh kemudian dipekatkan dengan menggunakan rotary vacuum evaporator dengan suhu 50oC dan kecepatan 30 rpm.

Partisi Ekstrak
Larutan ekstrak metanol yang diperoleh kemudian dilakukan partisi berkalikali dengan menggunakan corong pisah. Pertama, ekstrak didispersikan dalam air, kemudian ditambahkan heksan kemudian dikocok, didiamkan hingga memisah dan dipisahkan lapisan heksannya. Ulangi partisi berkali-kali hingga lapisan heksan tidak berwarna lagi.

Diperoleh fraksi heksan dan fraksi air. Kemudian fraksi air dipartisi dengan kloroform, diperoleh fraksi kloroform dan fraksi air. Fraksi air kemudian dipartisi kembali dengan menggunakan etil asetat, sehingga diperoleh fraksi etil asetat dan fraksi air. Selanjutnya fraksi air tersebut dilakukan partisi kembali dengan menggunakan n-butanol, diperoleh fraksi n-butanol dan fraksi air.

Pada masingmasing fraksi yang diperoleh dipekatkan dengan menggunakan rotary vacuum evaporator pada suhu 50oC dengan kecepatan 30 rpm hingga menjadi ekstrak kental.

Demikian tadi tentang tujuan penelitian hingga metode penelitian yang digunakan dalam Skripsi Farmasi ISOLASI, UJI PENGHAMBATAN AKTIVITAS XANTIN OKSIDASE DAN IDENTIFIKASI SENYAWA AKTIF DARI FRAKSI ETIL ASETAT PADA EKSTRAK AKAR TANAMAN Acalypha indica Linn ini. Semoga dapat membantu para mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi.

Dapatkan koleksi 5.500 skripsi super lengkap dan berkualitas mulai dari cover, halaman pendahuluan, BAB I s.d BAB VI, penutup, lampiran, sampai daftar pustaka untuk semua jurusan. Silahkan lihat atau klik di sini.


Artikel lainnya:

Filed under: Farmasi

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!