mini-sl

Download Kumpulan Skripsi Lengkap:

Skripsi Farmasi KARAKTERISASI PRAGELATINISASI PATI SINGKONG FOSFAT YANG DIBUAT DENGAN MENGGUNAKAN NATRIUM TRIPOLIFOSFAT SEBAGAI EKSIPIEN DALAM SEDIAAN FARMASI . Dibawah ini membahas tujuan penelitian, alat dan bahan yang digunakan dalam skripsi ini, sebagai bahan referensi para mahasiswa yang akan menyusun skripsi.

Tujuan Penelitian
Pembuatan dan karakterisasi pragelatinisasi pati singkong fosfat yang dibuat dengan menggunakan natrium tripolifosfat sebagai eksipien dalam sediaan farmasi.

Alat
Particle size analyzer LS_100Q (Beckman Coulter, Amerika), texture analyzer 3305 (Rheoner, Jerman), drum dryer (R. Simon Dryers, Inggris), spektrofotometer UV-Vis (Jasco, Jepang), moisture balance AMB 50 (Adam, Amerika), scanning electron microscope LEO 420i(Oxford, Inggris), viskometer Brookfield (Brookfield Syndrolectric, Amerika), pH-meter (Eutech,Singapura), flowmeter tipe GDT (Erweka, Jerman), bulk density tester (Erweka, Jerman), tensile strength (Comten Industries, Pinellas Park), mikroskop polarisasi, homogenizer, whitenessmeter, differential scanning calorimetry, tanur, pengayak, timbangan analitik, alat-alat gelas.

Bahan
Pati singkong (PT. Sungai Budi, Indonesia), natrium tripolifosfat (Wako, Jepang), NaOH (Merck, Jerman), HCl (Merck, Jerman), ammonium molibdat (Merck, Jerman), H2SO4 (Merck, Jerman), KH2PO4 (Merck, Jerman), KCl (Merck, Jerman), asam askorbat, aquadest.

Cara Kerja
Pembuatan Pragelatinisasi Pati Singkong (PPS) (Anwar, Kotimah dan Yanuar., 2006c)
Dispersi pati dibuat dengan konsentrasi 55% b/b berdasarkan berat kering, dikeringkan dengan drum dryer pada suhu 80O ± 5OC. Massa kering yang diperoleh digiling dan diayak dengan ayakan 100 mesh.

Pembuatan Pragelatinisasi Pati Singkong Fosfat (PPSF) dengan natrium tripolifosfat (Anwar, Antokalina, dan Harianto, 2006; Lim dan Seib, 1993)
Pragelatinisasi pati singkong 15 % (b/b) dilarutkan dalam NaOH pH 9 (20% b/b). Derajat keasaman (pH) larutan PPS diatur antara 9–10 dengan menggunakan NaOH 0,1 N. Kemudian dibuat larutan natrium tripolifosfat (5% dari berat pati) dan dicampurkan pada dispersi PPS.

Derajat keasaman (pH) reaksi dijaga antara 9-10 yang diatur dengan menggunakan NaOH. Reaksi dibiarkan berjalan selama 2 jam dengan pengadukan menggunakan homogenizer. Kemudian dinetralkan dengan HCl 1 N sampai pH ± 6. Setelah itu dibiarkan selama 12 jam di dalam lemari pendingin. Selanjutnya, campuran dikeringkan dengan drum dryer pada suhu 50 OC.

Dialisa PPSF
Serbuk PPSF (kurang lebih 1 sampai 2 g) diletakkan di dalam membran dialisa, diatur agar tidak memungkinkan adanya serbuk yang keluar dari membran dialisa. Kemudian dicelupkan ke dalam aquadest sebanyak 200 ml. Dialisa dilakukan selama 26 jam, 10 jam pertama air diganti setiap jam, kemudian selanjutnya didiamkan sampai 24 jam kemudian air diganti kembali setiap jam sampai jam ke-26.

Selanjutnya, serbuk yang telah didialisa dikeringkan dengan oven pada suhu 50-60oC. Hasil dialisa hanya digunakan untuk beberapa karakterisasi yaitu derajat substitusi, kandungan fosfor dan sifat termal.

Karakterisasi Pragelatinisasi Pati Singkong Fosfat (PPSF)
Karakterisasi Fisika PPSF
a. Distribusi Ukuran Partikel
Pengukuran distribusi ukuran partikel PPSF dilakukan dengan menggunakan alat particle size analyzer. Sampel didispersikan di dalam aquadest sampai jumlahnya dapat terukur pada alat. Pada evaluasi ini dapat diketahui diameter dan distribusi ukuran partikel dapat dibaca pada alat.

b. Densitas Bulk dan Densitas Mampat (USP 32, NF27, 2009)
Ditimbang 6 g PPSF, kemudian dimasukkan ke dalam gelas ukur 50 ml dan diratakan bagian atasnya, lalu catat volume yang terbaca (volume bulk). Setelah itu gelas ukur tersebut diletakkan pada alat tapped density tester, nyalakan alat dan biarkan gelas ukur tersebut diketuk sesuai dengan pengaturan alatnya sampai alat tersebut mati secara otomatis. Volume setelah diketuk dikenal sebagai volume mampat.

c. Derajat Putih (Huijun, Ramseden dan Corke, 1999)
Pengamatan derajat putih PPSF diamati dengan menggunakan whitenessmeter dengan barium sulfat (BaSO4) sebagai pembanding. Nilai derajat putih terekam pada alat.

d. Sifat Birefringence (Cui, 2005)
Di atas kaca objek diletakkan sejumlah PPSF dan ditambah beberapa tetes aquadest. Lalu perlahan-lahan ditutup dengan kaca penutup. Diamati dengan menggunakan mikroskop berpolarisasi.

e. Higroskopisitas
Ditimbang kurang lebih satu gram PPSF yang ditempatkan pada plastik dengan 2 perlakuan, yaitu plastik terbuka dan plastik tertutup. Masing-masing plastik ditempatkan pada suhu ruang 26oC dan kelembaban 60%. Setiap hari selama satu minggu, sampel diamati peningkatan bobotnya.

f. Sifat Termal (Huijun, Ramseden dan Corke, 1999)
Untuk mengetahui sifat termal dari PPSF digunakan alat Differential Scanning Calorimetry (DSC). Sampel ditimbang dengan berat kurang lebih 4 mg, dimasukkan ke dalam pan kemudian dikempa dan dimasukkan ke dalam alat DSC. Sampel dipanaskan dari suhu 30 oC sampai 330oC, dengan laju peningkatan suhu 10oC/menit.

Demikian tadi membahas tujuan penelitian, alat dan bahan yang digunakan dalam Skripsi Farmasi KARAKTERISASI PRAGELATINISASI PATI SINGKONG FOSFAT YANG DIBUAT DENGAN MENGGUNAKAN NATRIUM TRIPOLIFOSFAT SEBAGAI EKSIPIEN DALAM SEDIAAN FARMASI ini, ssemoga menjadi bahan referensi yang berguna bagi anda.

Dapatkan koleksi 5.500 skripsi super lengkap dan berkualitas mulai dari cover, halaman pendahuluan, BAB I s.d BAB VI, penutup, lampiran, sampai daftar pustaka untuk semua jurusan. Silahkan lihat atau klik di sini.


Artikel lainnya:

Filed under: Farmasi

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!