mini-sl

Download Kumpulan Skripsi Lengkap:

Skripsi Farmasi Karakterisasi Simplisia dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak n-Heksan, Etil Asetat dan Etanol Daun Muda Dari Labu Siam (Sechium edule (Jacq.) Sw.) Dengan Metode DPPH. Madu merupakan cairan kental yang di kumpulkan dalam indung madu oleh lebah. Madu mengandung asam organik, enzim, asam fenolat, flavonoid, beta karoten, Vitamin A, vitamin C dan Vitamin E.

Pada Skripsi Farmasi Karakterisasi Simplisia dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak n-Heksan, Etil Asetat dan Etanol Daun Muda Dari Labu Siam (Sechium edule (Jacq.) Sw.) Dengan Metode DPPH ini dijelaskan bahwa dalam madu terdapat banyak nutrisi yang berfungsi sebagai antioksidan dan semua senyawa tersebut bekerjasama dalam melindungi sel normal dan menetralisir radikal bebas. Telah dilakukan karakterisasi dan penentuan aktivitas antioksidan pada madu hutan Lhoknga, hutan Montasik dan hutan Sare. Aktivitas antioksidan ditentukan dengan peredaman 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH) secara spektrofotometri visible.

Karakterisasi madu dilakukan dengan pemeriksaan makroskopik, mikroskopik, penetapan kadar air, kadar abu total dan kadar abu yang tidak larut dalam asam. Madu di uji aktivitas antioksidannya sebagai penangkap radikal 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH) secara spektrofotometri visibel. Data diolah menggunakan rumus persen inhibihi untuk mendapatkan aktivitas antioksidan.. Hasil pemeriksaan makroskopik dilakukan terhadap ketiga madu hutan Lhoknga, Montasik dan Sare merupakan cairan kental, berwarna coklat kemerahan, coklat kekuningan, coklat kekuningan tua, mempunyai bau dan rasa yang khas.

Hasil mikroskopik madu menunjukkan adanya butir butir serbuk sari. Kadar air masing masing madu yang diperoleh 20,62%; 23,94%; 21,91%, kadar abu total 0,23%; 0,24%; 0,23% dan kadar abu yang tidak larut dalam asam 0,13%; 0,10%; 0,11%. Hasil uji aktivitas antioksidan ketiga madu dengan konsentrasi masing-masing 3000 µg/ml, 4000 µg/ml, 5000 µg/ml diperoleh nilai aktivitas antioksidan madu hutan Lhoknga 73,34%; 73,89%; 79,66%; madu Montasik 63,36%; 68,88%; 74,18; madu Sare 65,58%; 67,17%; 75,06%. Sedangkan BHT sebagai pembanding dengan konsentrasi 20 µg/ml, 40 µg/ml, 60 µg/ml diperoleh nilai aktivitas antioksidan 74,46%; 83,31%; 86,87%. BHT pada konsentrasi 20 µg/ml menunjukkan aktivitas antioksidan yang hampir sama dibandingkan dengan ketiga madu pada konsentrasi 5000 µg/ml. Peningkatan aktivitas antioksidan mempunyai arti bahwa telah terjadinya penangkapan radikal DPPH oleh madu. Skripsi Farmasi Karakterisasi Simplisia dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak n-Heksan, Etil Asetat dan Etanol Daun Muda Dari Labu Siam (Sechium edule (Jacq.) Sw.) Dengan Metode DPPH

Dapatkan koleksi 5.500 skripsi super lengkap dan berkualitas mulai dari cover, halaman pendahuluan, BAB I s.d BAB VI, penutup, lampiran, sampai daftar pustaka untuk semua jurusan. Silahkan lihat atau klik di sini.


Filed under: Farmasi

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!