mini-sl

Download Kumpulan Skripsi Lengkap:

Skripsi Farmasi OPTIMASI DAN VALIDASI METODE ANALISIS ZIDOVUDIN, LAMIVUDIN, DAN NEVIRAPIN DALAM TABLET GENERIK DAN PLASMA IN VITRO SECARA KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI (KCKT). Dibawah ini adalah tujuan penelitian, alat dan bahan yang digunakan, cara kerja penelitian dibahas lengkap dibawah ini.

Tujuan Penelitian :

  1. Memperoleh kondisi optimal dan metode yang valid untuk analisis zidovudin, lamivudin, dan nevirapin dalam tablet secara kromatografi cair kinerja tinggi .
  2. Memperoleh kondisi optimal dan metode yang valid untuk analisis zidovudin, lamivudin, dan nevirapin dalam plasma in vitro secara kromatografi cair kinerja tinggi.

Alat dan Bahan
Alat

Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (Shimadzu) terdiri dari pompa (LC-20AT), injektor manual, kolom C18 (Shimpack® 5 μm; 250 x 4,6 mm), detektor UV-Vis (SPD-10AVP); spektrofotometer UV-Vis (Shimadzu, UV-1601); pH meter (Eutech pH 510); timbangan analitik (AND); membran millipore (Whatman); penghilang gas (Elmasonic S60H); sentrifugator (Digisystem Laboratory Instrument Inc.); mikrosentrifugator (Spectrafuge 16 M), vortex (Maxi Mix); mikropipet (Socorex); syringe (Hamilton); dan alat-alat gelas.

Bahan
Bahan baku

Zidovudin (Astrix-India), lamivudin (Matrix Laboratories Limited, India), nevirapin (Matrix labs, India), famotidin (Impex Quimica, Spanyol), aqua bidestilata (Widatra), asetonitril (HPLC grade, Merck), metanol (HPLC grade, Merck), natrium dihidrogen fosfat (Pro analisis, Merck), natrium hidroksida (Pro analisis, Merck), plasma darah (Palang Merah Indonesia), dan 3 sampel tablet generik.

Fase Gerak untuk KCKT

  1. Fase gerak larutan dapar natrium dihidrogen fosfat – asetonitril (75:25). Campurkan 375 mL larutan dapar natrium dihidrogen fosfat 20 mM pH 6,45 dengan 125 mL asetonitril. Sebelum digunakan, fase gerak disaring melalui membran 0,45 μm dan dilakukan proses penghilangan gas.
  2. Fase gerak larutan dapar natrium dihidrogen fosfat – asetonitril (73:27). Campurkan 365 mL larutan dapar natrium dihidrogen fosfat 20 mM pH 6,45 dengan 135 mL asetonitril. Sebelum digunakan, fase gerak disaring melalui membran 0,45 μm dan dilakukan proses penghilangan gas.
  3. Fase gerak larutan dapar natrium dihidrogen fosfat – asetonitril (78:22). Campurkan 390 mL larutan dapar natrium dihidrogen fosfat 20 mM pH 6,45 dengan 110 mL asetonitril. Sebelum digunakan, fase gerak disaring melalui membran 0,45 μm dan dilakukan proses penghilangan gas.

Larutan Induk

  1. Larutan induk campuran zidovudin, lamivudin, dan nevirapin.

Senyawa baku zidovudin, lamivudin, dan nevirapin masing-masing ditimbang dengan seksama lebih kurang 60 mg; 30 mg; dan 40 mg kemudian dimasukkan ke dalam labu ukur 50,0 mL. Zat dilarutkan dengan metanol, kemudian ditambahkan sampai batas labu ukur.

Diperoleh larutan campuran zidovudin, lamivudin, dan nevirapin dengan konsentrasi masing-masing 1,2 mg/mL; 0,6 mg/mL; dan 0,8 mg/mL. Selanjutnya larutan dipipet 0,5 mL dan dimasukkan ke dalam labu ukur 25,0 mL dan diencerkan dengan fase gerak. Diperoleh larutan yang mengandung zidovudin, lamivudin, dan nevirapin dengan konsentrasi masing-masing 24 μg/mL, 12 μg/mL; dan 16 μg/mL.

2. Larutan induk baku dalam.

Senyawa baku famotidin ditimbang dengan seksama lebih kurang 50 mg kemudian dimasukkan ke dalam labu ukur 50,0 mL. Zat dilarutkan dengan metanol, kemudian ditambahkan metanol sampai batas labu ukur. Diperoleh larutan baku dalam dengan konsentrasi 1 mg/mL. Pengenceran dilakukan untuk mendapatkan larutan dengan konsentrasi tertentu.

Tahapan Penelitian
Penetapan Panjang Gelombang Analisis

Dibuat larutan induk zidovudin, lamivudin, nevirapin dan famotidin, kemudian diencerkan dengan metanol hingga diperoleh konsentrasi 10 μg/mL. Masing-masing larutan tersebut dibuat spektrum serapannya, dicatat nilai serapannya pada spektrofotometer UV-Vis, kemudian di-overlay. Nilai panjang gelombang optimum dipilih untuk analisis.

Optimasi Kondisi Analisis
Pemilihan Komposisi Fase Gerak Analisis

Larutan campuran yang mengandung zidovudin dengan konsentrasi 24 μg/mL, lamivudin dengan konsentrasi 12 μg/mL, dan nevirapin dengan konsentrasi 16 μg/mL disuntikkan sebanyak 20,0 μL ke alat KCKT dengan fase gerak dapar natrium dihidrogen fosfat 20 mM pH 6,45 – asetonitril (75:25) sebagai kondisi awal.

Selanjutnya, disuntikkan 20,0 μL larutan ke alat KCKT dengan fase gerak dapar natrium dihidrogen fosfat 20 mM pH 6,45 – asetonitril (73:27). Kemudian, disuntikkan 20,0 μL larutan ke alat KCKT dengan fase gerak dapar natrium dihidrogen fosfat 20 mM pH 6,45 – asetonitril (78:22).

Untuk pemilihan metode, laju alir yang digunakan sebesar 1,0 mL/menit dan hasil elusi dideteksi pada panjang gelombang analisis. Dicatat waktu retensi, nilai N, HETP, faktor ikutan (Tf), resolusi (R), dan perbandingan luas puncak zidovudin, lamivudin, dan nevirapin yang diperoleh. Dibandingkan hasil analisis yang diperoleh dari fase gerak yang pertama dan kedua.

Penentuan Waktu Retensi Baku Dalam

Larutan standar famotidin dibuat dengan konsentrasi 10 μg/mL kemudian disuntikkan sebanyak 20,0 μL ke alat KCKT dengan fase gerak dan laju alir terpilih. Waktu retensi dari famotidin dicatat.

Kemudian dibuat larutan campuran zidovudin, lamivudin, nevirapin, dan famotidin sebagai baku dalam dengan konsentrasi masing-masing 24 μg/mL; 12 μg/mL; 16 μg/mL; dan 10 μg/mL. Larutan disuntikkan sebanyak 20,0 μL ke alat KCKT dengan fase gerak terpilih dan laju alir 0,1 mL/menit. Diperoleh waktu retensi zidovudin, lamivudin, nevirapin, dan famotidin. Dihitung nilai resolusi (R).

Pemilihan Kecepatan Aliran Fase Gerak untuk Analisis

Larutan yang mengandung zidovudin dengan konsentrasi 24 μg/mL, lamivudin dengan konsentrasi 12 μg/mL, nevirapin dengan konsentrasi 16 μg/mL, dan famotidin dengan konsentrasi 10 μg/mL disuntikkan sebanyak 20,0 μL ke alat KCKT dengan fase gerak terpilih. Laju alir yang digunakan adalah 1,0 mL/menit kemudian divariasikan menjadi 0,8 mL/menit dan 1,2 mL/menit. Dicatat dan dibandingkan waktu retensi, nilai N, HETP, faktor ikutan (Tf) dan resolusi (R) yang diperoleh.

Demikian tadi adalah tujuan penelitian, alat dan bahan yang digunakan, cara kerja penelitian dibahas lengkap mengenai Skripsi Farmasi OPTIMASI DAN VALIDASI METODE ANALISIS ZIDOVUDIN, LAMIVUDIN, DAN NEVIRAPIN DALAM TABLET GENERIK DAN PLASMA IN VITRO SECARA KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI (KCKT) ini. Semoga bermanfaat…

Dapatkan koleksi 5.500 skripsi super lengkap dan berkualitas mulai dari cover, halaman pendahuluan, BAB I s.d BAB VI, penutup, lampiran, sampai daftar pustaka untuk semua jurusan. Silahkan lihat atau klik di sini.


Artikel lainnya:

Filed under: Farmasi

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!