mini-sl

Download Kumpulan Skripsi Lengkap:

Skripsi Farmasi OPTIMASI METODE IDENTIFIKASI ANTALGIN DAN KLORFENIRAMIN MALEAT SECARA KCKT PHOTODIODE ARRAY SETELAH PEMISAHAN DENGAN SOLID PHASE EXTRACTION PADA SEDIAAN SERBUK OBAT TRADISIONAL. Dibawah ini adalah tujuan penelitian, alat, bahan dan cara kerja dari penelitian ini. Penjelasan ini dapat dijadikan referensi atau bahan penulisan bagi anda yang mengambil topik skripsi serupa.

TUJUAN PENELITIAN

  1. Memperoleh kondisi optimum untuk metode identifikasi antalgin dan CTM melalui pemisahan dengan SPE menggunakan KCKT detektor Photodiode Array (PDA).
  2. Mengidentifikasi sampel obat tradisional yang beredar di masyarakat dengan menggunakan metode terpilih.

Alat
Alat yang digunakan adalah kromatografi cair kinerja tinggi (Shimadzu) terdiri dari pompa (LC-20A), injektor manual, detektor photodiode array (PDA) (SPDM-20A), kolom C18 Waters-Xbridge (4,6 x 250 mm, ukuran partikel 5 μm), dan pengolah data pada komputer CBM-20A ; vacuum manifold Waters; catridge solid phase extraction mixed cation exchanger (MCX) Waters (60 mg, 3 cc, ukuran partikel 30 μm); pH meter (Mettler Toledo); timbangan analitik (Precisa XB 220A); timbangan mikro (Sartorius ME 5-F); penyaring eluen (Whatman); penghilang gas (Branson 5510); pipet eppendorf (Physiocare); alat-alat gelas.

Bahan
Antalgin BPFI (BPOM); klorfeniramin maleat BPFI (BPOM); asetonitril HPLC grade (Merck); aqua bidestillata; metanol (For analysis, Merck); asam orto-fosfat 85% (For analysis, Merck); amonia 32% (For analysis, Merck); asam klorida 37% (For analysis, Merck); kalium hidroksida (For analysis, Merck); matriks sampel obat tradisional pegal linu (Sido Muncul); lima (5) sampel obat tradisional pegal linu, asam urat dan rematik yang diperoleh melalui sampling di toko obat tradisional.

Cara Kerja
Pembuatan Larutan
Pembuatan Fase Gerak untuk KCKT

Dilarutkan 6640 μL asam fosfat 85% dalam aquabidest hingga 1000,0 mL, kemudian diatur pH larutan dengan larutan kalium hidroksida 10% hingga pH larutan 3,72. Optimasi metode…, Dian Permata, FMIPA UI, 2012

Pembuatan Baku Induk Antalgin
Ditimbang secara saksama lebih kurang 5 mg baku antalgin, kemudian dimasukkan ke dalam labu ukur 5,0 mL dan dilarutkan dengan asam fosfat 4% sampai tanda batas labu ukur. Ditimbang secara saksama lebih kurang 5 mg baku antalgin, kemudian dimasukkan ke dalam labu ukur 5,0 mL dan dilarutkan dengan asam klorida 0,1 N sampai tanda batas labu ukur.

Diperoleh konsentrasi lebih kurang 1 mg/mL = 1000μg/ml = 1000 ppm. Lakukan pengenceran untuk mendapatkan larutan dengan konsentrasi tertentu.

Pembuatan Baku Induk CTM
Ditimbang secara saksama lebih kurang 5 mg baku CTM, kemudian dimasukkan ke dalam labu ukur 5,0 mL dan dilarutkan dengan asam fosfat 4% sampai tanda batas labu ukur.

Ditimbang secara saksama lebih kurang 5 mg baku CTM, kemudian dimasukkan ke dalam labu ukur 5,0 mL dan dilarutkan dengan asam klorida 0,1 N sampai tanda batas labu ukur. Diperoleh konsentrasi lebih kurang 1 mg/mL = 1000μg/mL = 1000 ppm. Lakukan pengenceran untuk mendapatkan larutan dengan konsentrasi tertentu.

Pencarian Kondisi Analisis Antalgin dan CTM dalam Obat Tradisional
Pemilihan Program Gradien untuk Analisis Antalgin dan CTM secara KCKT
Larutan campuran Antalgin dan CTM dengan konsentrasi antalgin lebih kurang 10 ppm dan CTM lebih kurang 20 ppm disuntikkan sebanyak 20,0 μL ke alat KCKT dengan program gradien sebagai berikut : Optimasi metode…, Dian Permata, FMIPA UI, 2012.

Demikian tadi adalah tujuan penelitian, alat, bahan dan cara kerja dari Skripsi Farmasi OPTIMASI METODE IDENTIFIKASI ANTALGIN DAN KLORFENIRAMIN MALEAT SECARA KCKT PHOTODIODE ARRAY SETELAH PEMISAHAN DENGAN SOLID PHASE EXTRACTION PADA SEDIAAN SERBUK OBAT TRADISIONAL ini.semoga bermanfaat.

Dapatkan koleksi 5.500 skripsi super lengkap dan berkualitas mulai dari cover, halaman pendahuluan, BAB I s.d BAB VI, penutup, lampiran, sampai daftar pustaka untuk semua jurusan. Silahkan lihat atau klik di sini.

Filed under: Farmasi

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!