mini-sl

Download Kumpulan Skripsi Lengkap:

Skripsi Farmasi OPTIMASI PENGENDAPAN PROTEIN MENGGUNAKAN METANOL, ETANOL, ASETONITRIL, DAN ASETON PADA ANALISIS IRBESARTAN DALAM PLASMA . Informasi penting ini berguna bagi mahasiswa yang akan menyusun skripsi, meliputi tujuan penelitian, alat, bahan , dan cara kerja yang digunakan dalam skripsi ini.

Tujuan Penelitian

  1. Memperoleh pengendap protein dan perbandingan volume pelarut dengan volume plasma yang optimum untuk analisis irbesartan dalam plasma In Vitro.
  2. Melakukan validasi parsial dengan menggunakan kondisi optimum yang diperoleh.

Alat
Alat yang digunakan adalah kromatografi cair kinerja tinggi (Shimadzu®) yang dilengkapi dengan kolom Kromasil® C18 (5mm; 250 x 4,6 mm), detektor fluoresensi (RF-10AXL Shimadzu®) dan pemroses data, microsyringe 100 l, timbangan analitik, vortex (Maxi Mix II-Barnstead), mikrosentrifugator, pH meter, pipet mikro (Socorex Acura 825), ultrasonic (Elma S40H Elmasonic), penyaring eluen (Gast Manufacturing, Inc.), blue tip, yellow tip, sample cup dan alat-alat gelas yang umum dipakai dalam laboratorium kimia analisis.

Bahan
Irbesartan (Hetero Labs Limited), kalium losartan (Ipca), metanol (Merck), etanol (Mallincrodt), aseton (Mallincrodt), asetonitril pro HPLC (Merck), aquabidest (Widatra Bhakti), NaOH (Mallincrodt), Asam Format (Merck), dan plasma darah (PMI).

Pembuatan Larutan
Pembuatan Larutan Induk Irbesartan
Ditimbang secara seksama lebih kurang 50,0 mg Irbesartan, kemudian dimasukkan ke dalam labu takar 50,0 ml dan dilarutkan dalam metanol sampai tanda batas labu ukur sehingga diperoleh konsentrasi larutan irbesartan lebih kurang 1 mg/ml. Lakukan pengenceran untuk mendapatkan larutan dengan konsentrasi tertentu

Pembuatan Larutan Induk Kalium Losartan
Ditimbang secara seksama lebih kurang 25,0 mg kalium losartan, kemudian dimasukkan ke dalam labu takar 25,0 ml dan dilarutkan dalam metanol sampai tanda batas labu ukur sehingga diperoleh konsentrasi larutan kalium losartan lebih kurang 1 mg/ml. Lakukan pengenceran untuk mendapatkan larutan dengan konsentrasi tertentu.

Pembuatan Larutan NaOH 1N
Ditimbang 4,0 gram NaOH, kemudian dilarutkan dengan aquabidest dan cukupkan volume hingga 100 ml.

Pembuatan Larutan Asam Format 0,85 %
Larutan asam format 85% diambil sebanyak 1 ml kemudian ditambahkan 60 ml aquabidest, tambahkan NaOH 1N hingga pH 3,75 lalu cukupkan volume hingga 100 ml.

Kondisi Analisis Kromatografi Cair Kinerja Tinggi Fluoresensi (Arya, I.K., 2011)

  • Kolom : Kromasil® C18 (5 m; 250 mm x 4,6 mm)
  • Fase Gerak : asetonitril-larutan asam format 0,85%
  • pH 3,75 (46:54)
  • Volume Penyuntikan : 20 μl
  • Kecepatan Alir : 1,0 ml/menit
  • Detektor Fluoresensi : Eksitasi = 250 nm; Emisi = 370 nm

Cara Kerja
Uji Kesesuaian Sistem
Campuran larutan irbesartan lebih kurang 1,02 g/ml dan larutan baku dalam 10,20 g/ml disuntikkan sebanyak 20,0 l ke alat KCKT dengan fase gerak dan kecepatan sesuai kondisi analisis. Waktu retensi dan luas puncak dicatat.

Preparasi Sampel
Pada 250 μl plasma yang mengandung konsentrasi irbesartan tertentu ditambah dengan 20 μl kalium losartan dengan konsentrasi 150 μg/ml, kemudian tambahkan pelarut yang disiapkan untuk mengekstraksi plasma. Vortex selama 30 detik dan setrifugasi selama 10 menit pada kecepatan 10.000 rpm, supernatan hasil sentrifugasi diambil sebanyak 20 μl dan disuntikkan ke dalam ruang penyuntikan

Optimasi Pengendapan Protein
Pada 250 μl plasma yang telah mengandung konsentrasi irbesartan tertentu ditambah 20,0 μl larutan kalium losartan 152,4 μg/ml sebagai baku dalam, tambahkan masing-masing pelarut dengan volume berbeda 250; 500; dan 750 μl yaitu berturut-turut pengekstraksi (metanol, etanol, asetonitril, atau aseton).

Vortex masing-masing larutan selama 30 detik dan sentrifugasi selama 10 menit pada kecepatan 10.000 rpm, supernatan hasil sentrifugasi diambil sebanyak 20 μl dan disuntikkan ke dalam ruang penyuntikan. Validasi Metode Bioanalitik Irbesartan dalam Plasma In Vitro Proses validasi yang dilakukan adalah validasi parsial :

Pengukuran Batas Kuantitasi Terendah (LLOQ)
Dibuat Larutan irbesartan dengan konsentrasi 10,20 ng/ml dan 5,10 ng/ml dengan penambahan baku dalam kalium losartan 20 l konsentrasi 153 μg/ml, kemudian diekstraksi sesuai dengan cara pada preparasi sampel.

Lakukan sebanyak lima kali preparasi sampel dari masing-masing konsentrasi. Dari data pengukuran kemudian dihitung nilai % diff dan koefisien variasinya. LLOQ adalah kondisi terendah yang menunjukkan akurasi (nilai % diff) tidak menyimpang dari ± 20%, serta presisi (koefisien variasi) kurang dari 20%.

Pembuatan Kurva Kalibrasi

Sampel zero (plasma dengan baku dalam), serta larutan irbesartan dengan konsentrasi 10,20; 51,00; 102,00; 510,00; 1020,00; 2040,00; dan 5100,00 ng/ml dalam plasma disiapkan dengan penambahan baku dalam kalium losartan 20 l konsentrasi 153 μg/ml, kemudian diekstraksi dengan pelarut dan volume terpilih. Sebanyak 20,0 l aliquot masing-masing larutan tersebut disuntikkan ke alat KCKT. Setelah itu regresi perbandingan luas puncak (y) terhadap konsentrasi analit dalam plasma (x) dari masing-masing konsentrasi dianalisis dan dibuat kurva kalibrasinya.

Itulah tadi Informasi penting tersebut yang berguna bagi mahasiswa yang akan menyusun skripsi, meliputi tujuan penelitian, alat, bahan , dan cara kerja yang digunakan dalam Skripsi Farmasi OPTIMASI PENGENDAPAN PROTEIN MENGGUNAKAN METANOL, ETANOL, ASETONITRIL, DAN ASETON PADA ANALISIS IRBESARTAN DALAM PLASMA ini.

Dapatkan koleksi 5.500 skripsi super lengkap dan berkualitas mulai dari cover, halaman pendahuluan, BAB I s.d BAB VI, penutup, lampiran, sampai daftar pustaka untuk semua jurusan. Silahkan lihat atau klik di sini.

Filed under: Farmasi

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!