mini-sl

Download Kumpulan Skripsi Lengkap:

Skripsi Psikologi Gambaran Persepsi Masyarakat Kota Medan Terhadap Pendidikan Inklusi Studi Terhadap Beberapa Kecamatan di Kota Medan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk melihat bagaimana gambaran persepsi masyarakat Kota Medan terhadap pendidikan inklusi.

Dalam Skripsi Psikologi Gambaran Persepsi Masyarakat Kota Medan Terhadap Pendidikan Inklusi Studi Terhadap Beberapa Kecamatan di Kota Medan ini dijelaskan bahwa menurut Sapon-Shevin (dalam Direktori PLB, 2004) pendidikan inklusi adalah sistem layanan pendidikan yang mempersyaratkan agar semua anak berkelainan mental, fisik atau sosial ekonomi, budaya, etnis dilayani di sekolah-sekolah terdekat di kelas regular bersama-sama teman seusianya. Menurut Bennet (2003) pendidikan inklusi merupakan salah satu bentuk penerapan pendidikan multikultural yaitu suatu pendidikan yang menghargai keberagaman. Pendidikan multikultural sangat diperlukan oleh masyarakat yang mempunyai multi etnik yang ingin mengusahakan kualitas dan kesetaraan pendidikan (Bennet, 2003). Kota Medan merupakan salah satu kota di Indonesia yang merupakan kota multikultural yang terdiri dari banyak suku, agama, serta etnis.

Dengan kondisi seperti itu, Kota Medan tentu memerlukan pendidikan multikultural salah satunya adalah pendidikan inklusi. Sayangnya, pendidikan inklusi di Kota Medan tidak berkembang begitu optimal tidak seperti di Jawa, Tercatat ada 14 sekolah inklusi di Kota Medan dan hanya beberapa saja yang aktif (BPS, 2005). Dari hasil pra penelitian, peneliti mendapatkan data bahwa ternyata masyarakat memiliki perbedaan pandangan mengenai pendidikan inklusi karena itu peneliti ingin melihat lebih jauh bagaimana gambaran persepsi masyarakat Kota Medan terhadap pendidikan inklusi.

Penelitian Skripsi Psikologi Gambaran Persepsi Masyarakat Kota Medan Terhadap Pendidikan Inklusi Studi Terhadap Beberapa Kecamatan di Kota Medan ini menggunakan sampel 133 orang yang mewakili masyarakat Kota Medan. Teknik sampel yang digunakan adalah cluster random sampling, yaitu dari 21 Kecamatan di Kota Medan diambil 5 Kecamatan secara random, dari setiap Kecamatan yang dipilih diambil lagi 1 keluarahan secara random. Alat ukur yang digunakan berupa Skala Persepsi terhadap Pendidikan Inklusi yang dibuat sendiri oleh peneliti berdasarkan lima elemen pendidikan inklusi yang dikemukakan oleh Sapon-Shevin (dalam Direktori PLB, 2004). Uji daya beda aitem pada skala menggunakan koefisien korelasi Pearson Product Moment dan uji reliabilitas alat ukur dilakukan dengan teknik koefisien Alpha Cronbrach dengan nilai sebesar 0,978. Hasil penelitian menyebutkan bahwa masyarakat Kota Medan yang memiliki persepsi positif terhadap pendidikan inklusi sebanyak 47,36% (63 orang), masyarakat yang memiliki persepsi yang negatif sebanyak 45,86% (61 orang) dan subjek yang tidak tergolongkan yaitu 6,76% (9 orang).

Dapatkan koleksi 5.500 skripsi super lengkap dan berkualitas mulai dari cover, halaman pendahuluan, BAB I s.d BAB VI, penutup, lampiran, sampai daftar pustaka untuk semua jurusan. Silahkan lihat atau klik di sini.


Filed under: Psikologi

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!