mini-sl

Download Kumpulan Skripsi Lengkap:

Skripsi Teknik Sipil STUDI PERILAKU KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH PADA BETON DENGAN MENGGUNAKAN AGREGAT DAUR ULANG .

BATASAN MASALAH
Secara khusus penelitian ini difokuskan pada penelitian sampel beton yang
menggunakan limbah beton sebagai bahan agregat kasarnya serta sampel beton
yang menggunakan agregat alam.

Pada penelitian ini, semen yang digunakanadalah semen tipe Portland Composite Cement. Material agregat daur ulang yang digunakan adalah sisa-sisa adukan atau campuran beton yang telah dipergunakan.

Pengujian terhadap material agregat daur ulang berupa pengujian sifatsifat
fisik, meliputi uji berat jenis dan penyerapan, uji kadar air agregat, uji
keausan agregat dengan mesin abrasi los angeles, uji berat isi dan analisa
saringan.

Selain itu juga dilakukan pengujian sifat-sifat fisik pada agregat dari
alam sebagai perbandingan, dimana pengujian yang dilakukan adalah sama
dengan pengujian pada agregat daur ulang.

Pada beton yang kemudian dihasilkan, pengujian yang dilakukan meliputi uji kuat tekan dan uji kuat tarik belah, dimana mutu beton yang digunakan adalah beton fc’ 25, dengan benda uji berupa silinder berukuran 300mm×150mm. Pengujian untuk uji kuat tekan akan dilakukan pada beton saat berumur 3 hari, 7 hari, 14 hari, dan 28 hari. Uji kuat tarik belah akan dilakukan pada saat beton berumur 28 hari.

TUJUAN PENELITIAN
Pada penelitian ini, terdapat beberapa tujuan yang akan dicapai. Tujuan tersebut antara lain:

  1. mengetahui sifat-sifat fisik dari agregat daur ulang yang akan digunakan.
  2. mengetahui komposisi agregat daur ulang dan agregat alam yang efektif dan dapat memenuhi target strength yang diinginkan.
  3. mengetahui kuat tekan dan kuat tarik belah dari komposisi-komposisi tersebut.

HIPOTESIS DASAR
Sifat beton sangat dipengaruhi oleh komposisi dan kualitas material penyusunnya, yaitu agregat sebagai bahan pengisi, serta semen hidrolik dan air sebagai bahan pengikat. Agregat sebagai bahan pengisi menempati 70% dari total komposisi beton, dimana kurang lebih 30% adalah agregat halus dan 40% adalah agregat kasar.

Untuk mengetahui seberapa jauh kegunaan limbah beton dalam memberikan kekuatan bagi beton, maka pada langkah awal diperlukan penelitian mengenai material ini sendiri, dengan melakukan pengujian eksperimental dan analisis terhadap karakteristik yang dimiliki. Agregat kasar dari limbah beton tentu memiliki kekuatan yang berbeda dengan agregat dari alam, karena adanya kandungan pasta sekitar 25% hingga 45 %1.

Hal ini mengakibatkan agregat kasar akan menjadi lebih lebih poros atau berpori, sehingga kekerasannya berkurang, bidang temu (interface) yang bertambah, dan unsur-unsur kimia agresif (seperti Na2SO4 dan MgSO4) lebih mudah masuk dan merusak. Beberapa perbedaan kualitas, sifat-sifat fisik dan ki ia agregat daur ulang tersebut menyebabkan perbedaan sifat-sifat (properties) material beton yang dihasilkan.

Karena kualitas agregat daur ulang ini tentunya telah berkurang, maka perlu adanya percampuran antara agregat daur ulang dengan agregat alam untuk menghasilkan beton yang mampu memenuhi target strength yang direncanakan.

Tentunya untuk mendapatkan beton sesuai dengan perencanaan, kandungan agregat kasar daur ulang tidak dapat terlalu dominan, di mana komposisi yang memungkinkan untuk target strength terpenuhi adalah penggunaan agregat kasar daur ulang hingga 50%. Sedangkan kandungan agregat daur ulang dapat digunakan hingga persentase 100%.

Dapatkan koleksi 5.500 skripsi super lengkap dan berkualitas mulai dari cover, halaman pendahuluan, BAB I s.d BAB VI, penutup, lampiran, sampai daftar pustaka untuk semua jurusan. Silahkan lihat atau klik di sini.


Artikel lainnya:

Filed under: Sipil

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!